
Ilustrasi orang yang ngobrol di grup WhatsApp.
JawaPos.com – Apakah Anda sering menemukan anggota grup WhatsApp (WA) yang hanya membaca tanpa pernah memberikan komentar?
Mereka disebut sebagai silent reader, individu yang tetap berada di grup tetapi tidak pernah berpartisipasi dalam diskusi. Meski terlihat pasif, perilaku ini sebenarnya mencerminkan kepribadian tertentu yang menarik untuk dipelajari.
Menurut psikologi, perilaku ini bisa mencerminkan beberapa ciri kepribadian unik yang sering kali tidak disadari banyak orang. Fenomena silent reader ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki dasar psikologis yang cukup kompleks.
Menurut para ahli, keputusan untuk tetap diam dalam grup sering kali didorong oleh kebutuhan emosional atau sosial tertentu. Apakah Anda penasaran untuk mengetahui lebih dalam akan fenomena ini? Simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Silent Reader?
Silent reader adalah individu yang terlihat aktif secara pasif di grup WhatsApp. Mereka membaca setiap pesan, melihat foto atau video yang dikirim, bahkan menyimak diskusi mendalam, tetapi memilih untuk tidak memberikan respons apa pun.
Keberadaan mereka kerap ditandai oleh centang biru tanpa balasan. Namun, mengapa seseorang memilih untuk menjadi silent reader?Baca Juga: Kadin Surabaya Minta Kenaikan PPN Harus Diikuti dengan Pemberian Insentif
Dilansir dari Independent, Minggu (24/11), inilah lima ciri kepribadian yang sering ditemukan pada silent reader di grup WhatsApp menurut perspektif psikologi.
Ciri Kepribadian Silent Reader Menurut Psikologi
1. Kebutuhan Akan Rasa Aman
Menurut Dr. Sarah Buglass, seorang pakar psikologi sosial dan siber, beberapa orang menjadi silent reader karena keinginan untuk merasa terhubung tanpa harus terlibat langsung.
Grup WhatsApp memberikan rasa kebersamaan, tetapi pada saat yang sama, mereka merasa cemas untuk berpartisipasi secara aktif.
2. Takut Ketinggalan Informasi (Fear of Missing Out/FOMO)
Silent reader sering kali dipengaruhi oleh fear of missing out atau rasa takut tertinggal informasi penting. Mereka tetap berada di grup meskipun sudah tidak relevan dengan kehidupan mereka, hanya untuk memastikan mereka tidak melewatkan percakapan yang bisa berguna di masa depan.
3. Mereka Nyaman Melakukan Pengawasan Sosial

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
