
Ilustrasi menggunakan frasa profesional dalam dunia kerja. (Freepik)
JawaPos.com – Seperti bagaimana yang terlihat, tidak semua tempat kerja memiliki kesamaan budaya dalam berinteraksi. Beberapa tempat kerja lebih santai, sementara yang lainnya memiliki pedoman ketat mengenai perilaku karyawan.
Meskipun demikian, semua perusahaan pasti mengharapkan profesionalisme dalam dunia kerja. Bahkan di kantor paling santai sekalipun, konsep ini dibutuhkan untuk mengukur sikap seseorang terhadap pekerjaan mereka.
Dalam dunia profesional, perlu untuk kita memperhatikan bagaimana cara bersikap dan berbicara. Ada beberapa frasa yang mungkin sering digunakan, namun ternyata dapat membuat pekerja baik sekalipun akan terlihat tidak berkompeten.
Berikut adalah alasan mengapa setiap frasa dapat merusak reputasi seorang pekerja dan beberapa alternatif yang lebih profesional untuk berkomunikasi, seperti yang dilansir dari laman Your Tango pada Selasa (19/11).
Meskipun berusaha keras biasanya dianggap hal yang positif, frasa ini bisa terdengar tidak pasti dan tidak berkomitmen. Anda akan terkesan seperti meremehkan, menganggap pekerjaan itu tidak cukup penting untuk dikerjakan, dan seolah-olah tidak benar-benar ingin berusaha keras.
Saat seorang manajer meminta seorang karyawan untuk menyelesaikan tugas, mengatakan "Saya akan mencoba" juga menyiratkan bahwa karyawan tersebut tidak cukup percaya diri untuk menyelesaikannya. Alternatif yang lebih percaya diri adalah: "Saya akan menyelesaikannya" atau "Saya akan pastikan itu selesai." Ini menunjukkan komitmen tanpa keraguan.
Mengatakan “Saya tidak punya waktu untuk hal ini” menunjukkan keterampilan manajemen waktu yang buruk atau kurangnya keinginan untuk memprioritaskan. Orang yang menggunakan frasa ini juga terdengar seolah-olah mereka enggan membantu, terutama jika mereka tidak menawarkan solusi alternatif atau jadwal waktu untuk menyelesaikan apa yang diminta dari mereka.
Sebagai gantinya, Anda bisa coba mengatakan: "Biar saya cek jadwal saya dan menghubungi Anda kembali" atau "Saya perlu menjadwal ulang beberapa hal untuk memberikan ruang bagi ini." Ini menyampaikan urgensi sekaligus pertimbangan.
Mengatakan “Itu bukan tanggung jawab saya” ketika diminta untuk melakukan sesuatu berisiko, akan membuat Anda terlihat tidak profesional meskipun Anda adalah karyawan yang sangat baik. Frasa ini dapat membuat Anda terlihat tidak kooperatif dan terkesan tidak terbuka untuk bersikap fleksibel atau membantu ketika dibutuhkan.
Pendekatan yang lebih profesional adalah: "Biar saya lihat bagaimana saya bisa membantu, atau siapa yang mungkin lebih cocok untuk ini." Ini menunjukkan Anda siap untuk membantu dan berkolaborasi.
Mengucapkan frasa ini hanya akan menunjukkan kemampuan pemilihan prioritas yang buruk. Ucapan ini juga secara tidak langsung mungkin mengungkapkan kebiasaan Anda untuk menunda pekerjaan hingga merasa kewalahan dengan tugas yang menumpuk.
Alternatif lebih proaktif yang bisa Anda katakan: "Saya sedang memprioritaskan tugas-tugas saya saat ini, tapi saya akan menyisihkan waktu untuk ini pada (waktu tertentu)." Ini menunjukkan bahwa Anda mampu memberikan gambaran rencana yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.
Mengucapkan frasa ini bisa terdengar seperti meremehkan atau tidak tertarik. Anda akan terkesan seperti kurang ambisi dan motivasi, karena memilih untuk menghindari apa yang perlu dilakukan daripada menerima tantangan tersebut.
Sebagai gantinya, tunjukkan rasa ingin tahu Anda dengan meminta penjelasan, seperti: "Bisakah Anda membantu saya memahami bagaimana ini berhubungan dengan gambaran yang lebih besar?" Ini menunjukkan bahwa Anda terlibat dan siap untuk belajar.
Memiliki rekan kerja yang toxic bisa membuat hari kerja menjadi sangat menantang, tetapi usahakan untuk tidak mengatakannya secara terang-terangan jika Anda tidak ingin tampak kaku dan tidak kooperatif.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
