Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 November 2024 | 23.13 WIB

Hidup untuk Likes dan Komentar: 8 Tanda Citra Digital Lebih Penting dari Kehidupan Nyata Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sedang bermain media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang bermain media sosial. (Freepik)

JawaPos.Com - Dewasa ini, internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. 

Bahkan, banyak orang menemukan diri mereka lebih peduli dengan bagaimana mereka tampil di dunia maya dibandingkan dengan bagaimana mereka menjalani kehidupan nyata.

Media sosial memberikan ilusi bahwa setiap momen harus sempurna, setiap gambar harus menginspirasi, dan setiap kata harus mendapatkan persetujuan.

Bagi sebagian orang, citra daring bukan hanya sekadar tambahan, melainkan menjadi inti dari identitas mereka.

Namun, apa yang terjadi ketika perhatian pada citra online ini mulai mengganggu hubungan, tanggung jawab, dan kebahagiaan mereka di dunia nyata?

Dilansir dari Baselinemag.com, inilah delapan perilaku yang sering dilakukan oleh mereka yang terlalu fokus pada kehidupan digital menurut para psikolog.

1. Terus-Menerus Memeriksa Pembaruan

Salah satu tanda utama bahwa seseorang terlalu terobsesi dengan citra online mereka adalah kebutuhan untuk terus memeriksa pembaruan di media sosial.

Mereka sering memantau notifikasi untuk melihat apakah ada yang menyukai postingan terbaru mereka, meninggalkan komentar, atau membagikan konten mereka.

Bahkan dalam situasi yang seharusnya bebas dari distraksi, seperti saat makan bersama keluarga atau bekerja, pikiran mereka tetap tertuju pada aktivitas di dunia maya.

Perilaku ini sering kali mencerminkan ketergantungan pada validasi eksternal.

Mereka merasa relevansi atau keberadaan mereka diukur dari seberapa banyak perhatian yang mereka dapatkan di media sosial.

Hal ini dapat menguras waktu mereka, mengalihkan perhatian dari tugas-tugas penting, dan menciptakan rasa gelisah yang berlebihan ketika mereka tidak mendapatkan respons yang diharapkan.

2. Merasa Cemas Saat Tidak Online

Ketidakhadiran di dunia maya sering kali membuat orang yang terlalu terobsesi dengan citra daring merasa gelisah atau bahkan panik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore