
Ilustrasi tipe orang yang harus di cut off. (freepik.com/freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan yang penuh kejutan dan ketidakpastian ini, terkadang membuat kita lelah menghadapi lingkungan sekitar.
Mulai dari pembicaraan hingga tekanan dari masyarakat. Sehingga sangat perlu untuk menjaga kewarasan dan kesehatan mental.
Dengan menjaga kewarasan dan kesehatan mental ini bukan berarti menunjukkan bahwa kita egois dan lemah, melainkan untuk mensejahterakan diri sendiri dari hal yang merugikan.
Melansir dari laman Ge Editing pada (17/11), demi menjaga kewarasan dan kesehatan mental, kamu bisa cut off 8 tipe orang ini dari hidupmu :
1. Orang yang selalu pesimis
Hidup tidak selalu cerah dan berwarna warni seperti pelangi, kita semua sedang mengalami masa-masa sulit, dan terkadang, kata-kata kasar yang baik adalah hal yang diperlukan untuk mengungkapkan semuanya.
Namun, meskipun itu diperlukan tapi ada batasan antara melampiaskan diri dan terus-menerus bermandikan hal-hal negatif.
Seperti halnya orang-orang yang tampaknya terus-menerus terjebak dalam keadaan pikiran yang suram, akan melihat segala sudut pandang menjadi suram dan negatif.
Mereka selalu mengeluh, selalu meramalkan malapetaka dan kesuraman, selalu fokus pada kemungkinan terburuk.
Berada di dekat mereka terasa seperti tersedot ke dalam lubang hitam pesimisme, menguras energi dan kepositifan diri. Maka tak ada salahnya untuk cut off orang tersebut dari hidupmu.
2. Orang yang datang saat senang
Terkadang kita semua membutuhkan orang lain untuk meminta bantuan dan menemani saat-saat terpuruk, dan itulah gunanya teman. Tapi saat keadaan sulit itu menimpa, dia menghilang entah kemana.
Tapi ketika dia sulit, kamulah yang pertama mengulurkan tangan untuk membantunya. Ini bukan soal perhitungan tapi saling mendukung dalam setiap keadaan, alih-alih kamu stres lebih baik untuk cut off dia dari hidupmu.
3. Orang yang playing victim
Diantara kita pasti sempat menemui orang yang selalu merasa dirinya dianiaya, diremehkan, dan menjadi korban dalam segala situasi. Menariknya, para Psikolog menyebutnya sebagai "mentalitas korban".
Orang-orang seperti ini selalu menolak untuk bertanggung jawab atas tindakannya dan malah menyalahkan orang lain. Sudah jelas bahwa menghadapi mereka itu sangat melelahkan dan ada baiknya untuk cut off dari hidupmu.
4. Hobi mengkritik
Kita semua membutuhkan kritik yang membangun dari waktu ke waktu, dann ini membantu kita tumbuh dan berkembang. Orang-orang tersebut tampaknya menjadikan misi hidup untuk menunjukkan kesalahan dan kekurangan orang lain.
Mereka rewel, meremehkan, dan membuat kamu merasa tidak pernah cukup baik. Orang yang hobi mengkritik mungkin menyamarkan kata-kata kasar mereka sebagai ‘lelucon’ atau ‘mengolok-olok’, tapi kata-kata pedas itu sangat nyata.
Penting untuk mengelilingi diri dengan orang-orang yang menghargai kekuatan dan mendukungmu dalam kelemahan.
5. Orang yang pintar tapi egois
Ketika kita bertemu dengan orang pintar tapi mereka selalu mengalihkan topik pembicaraan ke pengalamannya dan kisah-kisah indahnya. Bahkan lebih buruk lagi, mereka menyinggung kelemahan kita.
Berada di dekat orang seperti itu, kamu akan memberikan energi dan perhatian tanpa mendapat imbalan apapun. Akibatnya akan kelelahan sendiri dan kewarasanmu terganggu.
6. Orang yang penuh drama
Hidup ini penuh dengan pasang surut, penuh lika-liku, dan setiap hari terasa seperti episode baru dari sebuah sinetron. Orang yang hidupnya penuh drama selalu mengalami krisis di tengah-tengah kisah yang rumit.
Bergaul dengan mereka dapat membuat stresmu meningkat dan terkuras secara emosional. Setiap orang mempunyai drama masing, tetapi jika kamu merasa orang tersebut hidup dikelilingi drama, inilah saatnya untuk cut off mereka dari hidupmu.
7. Orang yang Punya Emosi Negatif
Mereka menuntut perhatian, simpati, dan waktumu tapi tidak memberi imbalan apapun. Berada di dekat orang yang punya emosi negatif, dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan mental.
Hal-hal tersebut dapat membuat kamu merasa lelah, cemas, dan kewalahan. Sehingga penting untuk segera cut off mereka dari hidupmu.
8. Orang yang selalu optimis
Beberapa orang begitu bertekad untuk mempertahankan pandangan positif sehingga mereka mengabaikan emosi atau situasi negatif apa pun. Orang yang optimis terus-menerus ini mengabaikan masalah dan menyangkal dengan ucapan ceria “semuanya akan baik-baik saja!”
Tentu saja, bersikap positif itu bagus, tetapi penting juga untuk mengakui dan memvalidasi perasaan sedih, marah, atau cemas. Bagaimanapun, itu adalah bagian dari pengalaman manusia.
Jika kamu memiliki seseorang dalam hidup yang menolak untuk perasaan tersebut, hal itu dapat membuat kamu merasa tidak valid dan disalahpahami.
Mengutip dari laman wikiHow, cut off atau menyingkirkan seseorang dalam hidupmu memang bukan perkara mudah, tapi ini penting demi menjaga kesehatan mental. Lakukanlah jika itu yang terbaik, entah dia pasangan, teman, atau bahkan anggota keluargamu.
***

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
