
Ilustrasi orang bahagia (SilvestreLeon/pixabay.com)
JawaPos.com - Dewasa ini, media sosial telah menjadi salah satu cara utama untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga.
Penelitian terbaru oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh orang Amerika punya akun Facebook, sementara di antara pengguna tersebut, 32 persen memiliki Instagram dan 24 persen mempunyai Twitter.
Angka-angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang terus berlanjut, dengan peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Kini, kita lebih sering memperoleh kabar mengenai kehidupan orang-orang terdekat secara online daripada secara langsung.
Mengelola hubungan virtual dan membangun identitas serta reputasi di dunia maya adalah cara baru dalam berinteraksi dengan orang yang dikenal maupun yang tidak kita kenal.
Perilaku yang dianggap sosial yang pantas dalam hubungan daring sebenarnya mirip dengan interaksi di dunia nyata.
Berbagi suka dan duka dengan teman dan keluarga adalah hal yang menguatkan hubungan kita. Sama halnya, kita perlu menavigasi hubungan online dengan perhatian yang sama, bahkan mungkin lebih, mengingat bahwa media sosial tidak memiliki kedekatan personal.
Sayangnya, Paul Booth, profesor di DePaul University di Chicago, menjelaskan bahwa interaksi di media sosial biasanya bersifat ikatan yang lemah, di mana kita tidak merasakan koneksi pribadi dengan orang lain seperti yang kita rasakan dalam interaksi tatap muka.
Dengan begitu, lakukan kontrol diri saat kita merasa terdorong membagikan informasi pribadi atau sensitif tentang diri kita. Merangkum psychcentral.com, berikut beberapa manfaat yang didapatkan mereka yang jarang update status di media sosial.
1. Gunakan pesan pribadi untuk menyelesaikan konflik
Jika kamu merasa perlu menyuarakan pendapat atau merespons unggahan teman yang menyakiti hati, sebaiknya lakukan percakapan secara pribadi baik melalui telepon atau pertemuan langsung sebelum mengungkapkan keluhan di publik.
Menangani konflik secara langsung merupakan cara yang paling efektif. Dengan membatasi diskusi hanya kepada pihak-pihak yang terlibat, kamu dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik yang lebih besar.
2. Hindari memposting saat sedang emosional
Kita semua pernah mengatakan dan melakukan hal-hal dalam keadaan marah yang kemudian menyesali hal itu. Pasahal, saat sesuatu dipublikasikan secara online, seseorang akan lebih sulit untuk menghapusnya.
Dalam situasi yang menegangkan, berperilaku impulsif di media sosial bukanlah pilihan yang bijak. Sebab, konflik di media sosial berujung pada komentar yang menyakitkan dan merendahkan yang hanya membuat orang merasa terluka, defensif, dan disalahpahami.
Sebaiknya, alih-alih langsung menanggapi komentar yang mengganggu, luangkan waktu untuk menjauh dari media sosial. Ini akan memberimu kesempatan dalam memproses perasaan dan merumuskan pikiranmu sebelum memberikan tanggapan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
