Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2024 | 21.53 WIB

Orang yang Sering Berselisih dengan Teman Dekat karena Perbedaan Pandangan Politik Biasanya Memiliki 9 Ciri Tipe Kepribadian Ini

Inilah ciri tipe kepribadian orang sering berselisih dengan teman dekat akibat perbedaan pandangan politik. - Image

Inilah ciri tipe kepribadian orang sering berselisih dengan teman dekat akibat perbedaan pandangan politik.

JawaPos.com - Berselisih dengan teman dekat akibat perbedaan politik menjadi hal yang umum terjadi, terutama dalam iklim politik saat ini. Namun, kejadian ini tentu menjadi pengalaman yang menyakitkan.

Satu menit kalian tertawa bersama, dan menit berikutnya, kalian berselisih pendapat tentang suatu pandangan politik.

Mengacu pada psikologi sosial, dilansir dari geediting, inilah ciri-ciri orang sering berselisih dengan teman dekat akibat perbedaan pandangan politik.

1. Intoleransi yang tinggi

Ketika menyangkut diskusi politik, sifat toleransi dapat menjadi hal yang rumit. Bagi sebagian orang, hal itu sudah biasa. Mereka dapat terlibat dalam perdebatan sengit, meskipun tidak setuju orang-orang ini akan menghargai sudut pandang orang lain.

Namun, tidak semua orang memiliki tingkat toleransi ini. Salah satu sifat yang biasa ditemukan pada mereka yang mengakhiri persahabatan karena perbedaan politik adalah intoleransi yang tinggi terhadap pandangan yang bertentangan dengan pandangan mereka sendiri.

Mereka berjuang untuk memisahkan orang tersebut dari pandangan politiknya. Mereka melihat bahwa pandangan politik tidak hanya dilihat sebagai opini, tetapi sebagai sebuah perpanjangan dari karakter orang tersebut.

Ingatlah, seseorang bisa saja tidak setuju tanpa perlu merendahkan orang yang berpendapat berbeda. Jika terasa sulit, maka inilah saat yang tepat untuk merenungkan diri.

2. Mentalitas 'Kami vs Mereka' yang kuat

Bias dalam kelompok menjadi fenomena psikologis di mana orang cenderung menyukai orang yang termasuk dalam kelompoknya, baik berdasarkan ras, agama, atau dalam kasus ini adalah afiliasi politik.

Bias ini dapat memainkan peran penting dalam cara mereka menjalani persahabatan, terutama saat politik mengambil peran. orang dengan mentalitas 'kami vs mereka' yang kuat akan sering memandang afiliasi politik sebagai garis pemisah.

Mereka tampaknya tidak dapat menjadi jembatan kesenjangan antara ideologi politik yang berbeda-beda. Hal ini seperti pada penggemar tim olahraga yang berbeda. Pihak lain yang berbeda, akan dianggap sebagai musuh.

Melihat teman yang memiliki pandangan politik berbeda sebagai bagian dari 'mereka' dan bukan 'kita', menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan politik dapat berujung pada keretakan persahabatan.

3. Kurangnya empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan yang dirasakan oleh orang lain. Sifat ini tentang menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore