
seseorang yang hidupnya lebih sulit dari yang seharusnya./Magnific/stockypics
JawaPos.com - Dalam hidup, tidak semua tantangan datang dari pekerjaan, uang, atau keadaan. Sering kali, sumber stres terbesar justru berasal dari orang-orang di sekitar kita. Ada tipe orang tertentu yang secara perlahan menguras energi mental, membuat kita merasa tidak cukup baik, kehilangan fokus, bahkan mempertanyakan diri sendiri.
Psikologi menjelaskan bahwa hubungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental. Lingkungan yang sehat bisa meningkatkan rasa percaya diri, ketenangan, dan motivasi. Sebaliknya, hubungan yang toxic atau melelahkan dapat memicu stres kronis, kecemasan, hingga kelelahan emosional.
Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang berada dalam lingkaran hubungan yang merugikan. Mereka menganggap perilaku tertentu sebagai sesuatu yang normal, padahal sebenarnya perlahan membuat hidup lebih berat dari yang seharusnya.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (27/5), terdapat delapan tipe orang yang menurut psikologi sering membuat hidup menjadi lebih sulit, lengkap dengan alasan mengapa mereka berdampak besar terhadap kondisi emosional dan mental.
1. Si Pengeluh Abadi
Tipe pertama adalah orang yang hampir selalu mengeluh tentang apa pun. Cuaca salah, pekerjaan salah, orang lain salah, keadaan tidak pernah cukup baik. Mereka seperti memiliki radar khusus untuk menemukan sisi negatif dalam setiap situasi.
Secara psikologis, emosi bersifat menular. Fenomena ini disebut emotional contagion, yaitu kecenderungan seseorang ikut menyerap suasana hati orang lain. Ketika terlalu sering berada di dekat orang yang terus-menerus mengeluh, otak kita secara tidak sadar ikut fokus pada hal-hal negatif.
Awalnya mungkin kita hanya mendengarkan. Namun lama-kelamaan energi mental terkuras karena percakapan selalu dipenuhi keluhan tanpa solusi.
Orang seperti ini juga sering membuat kita merasa bersalah ketika sedang bahagia. Saat kita bersemangat, mereka justru membawa suasana menjadi berat dengan daftar masalah yang tidak ada habisnya.
Bukan berarti semua keluhan buruk. Setiap orang tentu perlu didengarkan. Namun perbedaannya ada pada pola. Orang sehat secara emosional biasanya mengeluh untuk mencari solusi. Sedangkan pengeluh abadi hanya ingin mempertahankan drama dan pesimisme.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
