Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 November 2024 | 06.03 WIB

8 Fakta Unik Mengenai Hewan Numbat Australia yang Terancam Punah, Salah Satunya Ahli Berkamuflase

Ilustrasi hewan numbat (TerrinAnneAllen/pixabay.com) - Image

Ilustrasi hewan numbat (TerrinAnneAllen/pixabay.com)

JawaPos.com - Jika kamu tidak tinggal di Australia, kemungkinan besar kamu belum pernah melihat numbat bahkan meski berada di sana, kamu mungkin juga belum menemukannya.

Numbat adalah hewan kecil yang sangat sulit dikenali dan populasinya sangat sedikit. Hal ini disebabkan oleh status mereka yang terancam punah.

Dulu, habitat numbat mencakup sebagian besar bagian bawah Australia, mulai dari barat New South Wales hingga Australia Barat.

Saat ini, mereka hanya ditemukan di dua populasi asli di barat daya Australia Barat serta beberapa populasi yang telah diperkenalkan kembali di tempat-tempat bebas predator dan area yang dikelola predatornya, menurut Sian Thorn.

Thorn merupakan seorang ahli biologi yang meneliti numbat di University of Western Australia di Perth.

Pada tahun 2022, Thorn dan timnya menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa kamera perangkap dengan sensor jarak jauh dapat secara efektif mengukur jumlah numbat di alam liar.

Penelitian mereka mengungkapkan berita baik, di mana mereka menemukan lebih banyak numbat daripada yang diperkirakan.

Sayangnya, total populasinya masih sekitar 2.500 ekor. Dikutip dari discovermagazine.com, berikut beberapa fakta menarik tentang hewan numbat, salah satunya ahli berkamuflase.

1. Berhubungan dengan harimau Tasmania

Meskipun numbat termasuk hewan berkantung, mereka tidak mempunyai hubungan dekat dengan hewan berkantung lain yang masih ada.

Salah satu kerabat terdekatnya adalah harimau Tasmania yang sudah punah dan juga dikenal sebagai Thylacine.

2. Memiliki lidah yang panjang

Numbat merupakan hewan kecil dengan panjang sekitar delapan hingga sepuluh inci, tidak termasuk ekornya yang bisa mencapai lima hingga delapan inci. Sementara itu, lidah mereka mempunyai panjang rata-rata sekitar empat inci.

3. Memakan rayap hingga 20.000 perhari

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore