Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Oktober 2024 | 00.28 WIB

Perempuan yang Merasa Perlu Bersaing dengan Perempuan Lain Biasanya Menampilkan 5 Perilaku Ini, Apa Saja?

Suka mencari validasi adalah salah satu perilaku perempuan yang suka bersaing dengan perempuan lain (freepik) - Image

Suka mencari validasi adalah salah satu perilaku perempuan yang suka bersaing dengan perempuan lain (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya Anda tentu pernah berada di pertemuan sosial dan ada seorang perempuan yang Anda kenal membuat komentar santai namun tajam tentang pencapaian terkini Anda bahkan meremehkan kesuksesan Anda.

Kemudian, dia secara halus membandingkan pakaiannya dengan pakaian Anda dan mencoba menegaskan gayanya sebagai yang lebih unggul. Hal ini mencerminkan pola umum yang terlihat pada perempuan yang merasa perlu berkompetisi.

Mereka cenderung terlibat dalam perilaku seperti merendahkan orang lain, mencari perhatian atau memberikan pujian tidak langsung.

Dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (22/10) berikut beberapa perilaku perempuan yang merasa perlu bersaing dengan perempuan lain :

1. Suka membanding-bandingkan dirinya

Persaingan sering kali dimulai dengan perbandingan. Kecenderungan ini untuk mengukur harga diri seseorang berdasarkan prestasi, penampilan atau status orang lain.

Ini bukan sekadar pikiran sekilas atau komentar sepintas. Namun kita berbicara tentang kebutuhan terus-menerus untuk membandingkan sampai pada titik di mana itu menjadi kebiasaan bawah sadar.

2. Terlalu menekankan penampilan luar

Seiring dengan perbandingan terus-menerus maka muncullah penekanan berlebihan pada penampilan luar. Bukan karena menikmatinya tetapi karena mereka merasa harus bersaing dengan perempuan lain dalam lingkaran sosialnya.

Mereka bahkan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersiap-siap hingga terobsesi dengan setiap detail kecil tentang penampilannya.

3. Meremehkan pencapaian orang lain

Di tengah persaingan yang ketat, beberapa perempuan akhirnya mendiskreditkan pencapaian perempuan lain. Ini bukan tentang kritik yang membangun atau memberikan masukan untuk perbaikan.

Namun ini tentang meremehkan prestasi perempuan lain hanya untuk membuat diri sendiri merasa lebih unggul. Selain itu, perilaku ini berasal dari rasa tidak aman dan ketakutan bahwa keberhasilan orang lain akan mengurangi harga diri kita.

4. Melakukan kompensasi berlebihan melalui media sosial

Di era digital, platform media sosial telah menjadi ladang subur persaingan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore