
seseorang yang tetap menjaga privat di media sosial / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, atau X untuk berbagi aktivitas, pemikiran, hingga pencapaian pribadi. Namun, tidak semua orang merasa nyaman membuka kehidupan mereka kepada publik. Sebagian perempuan justru memilih menjaga akun media sosial tetap privat dan sangat jarang mengunggah konten.
Pilihan ini sering kali disalahartikan sebagai sikap tertutup, antisosial, atau kurang percaya diri. Padahal, dari sudut pandang psikologi, keputusan untuk membatasi aktivitas di media sosial dapat mencerminkan karakter dan preferensi psikologis tertentu. Tentu saja, setiap individu berbeda dan tidak semua ciri berikut berlaku untuk semua orang.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), sejumlah penelitian dan teori psikologi menunjukkan bahwa perempuan yang lebih menjaga privasi di media sosial sering memiliki beberapa karakteristik berikut.
1. Menghargai Privasi sebagai Bentuk Perlindungan Diri
Salah satu ciri yang paling umum adalah tingginya penghargaan terhadap privasi pribadi. Mereka memahami bahwa informasi yang dibagikan di internet dapat bertahan lama dan berpotensi diakses oleh banyak orang.
Karena itu, mereka cenderung lebih selektif dalam menentukan apa yang layak dibagikan dan apa yang sebaiknya disimpan untuk lingkaran terdekat. Bagi mereka, tidak semua pengalaman hidup harus menjadi konsumsi publik.
Sikap ini sering kali berkaitan dengan kesadaran diri yang baik serta kemampuan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan sosial.
2. Tidak Bergantung pada Validasi Eksternal
Psikologi sosial menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana untuk memperoleh pengakuan melalui jumlah suka, komentar, atau pengikut. Namun, perempuan yang jarang mengunggah sesuatu biasanya tidak terlalu bergantung pada bentuk validasi tersebut.
Mereka lebih mengutamakan kepuasan internal daripada penghargaan dari orang lain. Kebahagiaan dan rasa percaya diri mereka tidak sepenuhnya ditentukan oleh respons yang diterima di dunia maya.
Hal ini bukan berarti mereka tidak peduli pada pendapat orang lain sama sekali, tetapi mereka cenderung memiliki sumber harga diri yang lebih stabil dari dalam diri sendiri.
3. Lebih Fokus pada Kehidupan Nyata
Banyak perempuan yang memilih menikmati momen secara langsung daripada sibuk mendokumentasikannya. Saat bepergian, berkumpul dengan keluarga, atau menikmati suatu pencapaian, mereka lebih fokus pada pengalaman itu sendiri.
Dalam psikologi, kecenderungan ini sering dikaitkan dengan mindfulness atau kemampuan hadir sepenuhnya pada saat ini. Mereka merasa tidak perlu membagikan setiap momen untuk membuatnya terasa berharga.
Akibatnya, akun media sosial mereka mungkin terlihat sepi, tetapi kehidupan sosial dan aktivitas mereka di dunia nyata bisa saja sangat aktif.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
