Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Oktober 2024 | 02.26 WIB

8 Hal yang Pasti Dialami dan Dipahami Anak Pertama dalam Perjalanan Hidup Mereka, Menurut Psikologi

Ilustrasi- Anak pertama dalam keluarga (lifestylememory-freepik)

JawaPos.com - Menjadi anak pertama dalam sebuah keluarga sering kali membawa peran yang lebih besar daripada sekadar sebagai saudara yang lebih tua. Berdasarkan penelitian psikologi, peran ini tidak hanya melibatkan tanggung jawab tambahan, tetapi juga membentuk pola pikir, perilaku, dan cara pandang hidup mereka.

Seiring waktu, anak pertama akan mengalami serangkaian pengalaman yang unik dan berbeda dari saudara-saudara mereka. Mulai dari tekanan untuk menjadi contoh, hingga tantangan dalam menghadapi favoritisme di keluarga, semua ini membentuk mereka menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab.

Melansir Geediting, berikut ini adalah delapan hal yang pasti dialami dan dipahami anak pertama dalam perjalanan hidup mereka, menurut pandangan psikologi.

1) Tekanan untuk Menjadi Contoh

Anak pertama sering merasa tekanan untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya. Mereka merasa harus menunjukkan perilaku yang baik dan bertanggung jawab, sehingga menciptakan beban moral yang tidak ringan. Hal ini bisa mempengaruhi perkembangan kepercayaan diri mereka di masa depan.

2) Harus Menjadi 'Orang Dewasa'

Dari usia muda, anak pertama sering kali diminta untuk mengambil peran sebagai pengasuh atau 'orang dewasa' di rumah. Tanggung jawab ini dapat mengajarkan mereka tentang kepemimpinan dan tanggung jawab, tetapi juga bisa membuat mereka merasa kehilangan masa kanak-kanak.

3) Pengaruh Urutan Kelahiran

Urutan kelahiran memiliki dampak signifikan terhadap kepribadian dan perilaku. Anak pertama cenderung lebih konservatif, ambisius, dan terorganisir dibandingkan dengan adik-adik mereka. Psikologi menunjukkan bahwa hal ini berhubungan dengan harapan dan pengalaman yang mereka hadapi dalam keluarga.

4) Merasakan Kesepian

Anak pertama sering kali merasa kesepian, terutama ketika mereka harus mengatasi situasi yang sulit tanpa dukungan langsung dari adik-adik mereka. Kesepian ini dapat menjadi momen refleksi yang membentuk kemandirian dan kemampuan beradaptasi mereka.

5) Metode Percobaan dan Kesalahan

Dalam proses belajar dan bertumbuh, anak pertama sering menggunakan metode percobaan dan kesalahan. Mereka tidak memiliki contoh langsung dari saudara untuk diikuti, sehingga harus menemukan cara sendiri untuk mengatasi berbagai tantangan. Ini membantu mereka menjadi lebih kreatif dan inovatif.

6) Beban Harapan yang Tinggi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore