
Ilustrasi. Anak yang gemuk bukan berarti selalu sehat. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagian masyarakat terutama kalangan orang tua kerap menganggap jika anak yag gemuk sangat lucu dan menggemaskan. Pipi yang bulat membuat anak gemuk tampak imut dan menjadi perhatian banyak orang.
Sayangnya, anggapan anak gemuk itu sehat dan lucu sebetulnya hanya mitos karena anak gemuk justru lebih mudah sakit.
Pernahkah terbayang anak gemuk ternyata bisa mengalami penyakit akibat komplikasi kegemukan pada usia sekolah?
Karena itu, sebagai orang tua, kita perlu memahami benar mengenai konsep "gemuk itu sehat". Khususnya di tengah ancaman angka obesitas yang makin hari makin meningkat, serta makanan pemicu kegemukan yang makin banyak dikonsumsi anak-anak.
Karena sejatinya, berat badan ideal pada anak tidak bisa diukur secara visual saja, melainkan harus lewat angka.
Apa Itu Kegemukan?
Kegemukan atau obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary lifestyle.
Grafik pertumbuhan World Health Organization (WHO) merupakan grafik yang biasanya digunakan untuk memantau perkembangan anak ketika datang ke dokter atau posyandu.
Apabila anak diketahui memiliki berat badan lebih dari standar WHO, dokter atau tenaga kesehatan lain umumnya akan menyarankan program penurunan berat badan.
Berdasarkan laporan gizi global atau Global Nutrition Report (2014), Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang memiliki 3 permasalahan gizi sekaligus. Yaitu stunting (pendek), wasting (kurus), dan juga overweight (obesitas).
Tentu kabar tersebut bukanlah kabar baik. Sebab, jika masalah kegemukan tidak ditanggulangi sejak dini, akan meningkatkan prevalensi kasus stroke, serangan jantung, dan penyakit serius lainnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Kegemukan Pada Anak
Berikut faktor yang turut meningkatkan resiko kegemukan atau obesitas pada anak:
Konsumsi makanan tinggi kalori, seperti makanan cepat saji, minuman manis, minuman atau makanan kemasan, dapat menyebabkan kegemukan pada anak. Pasalnya, jenis makanan dan minuman ini cenderung tinggi gula.
Anak yang jarang bergerak lebih mungkin mengalami kegemukan karena mereka tidak membakar banyak kalori. Dan rata rata mereka lebih memilih menggunakan waktunya untuk screentime seperti menonton televisi atau main game.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022