
Ilustrasi seorang yang tak punya teman dekat.
JawaPos.com – Memiliki teman dekat merupakan bagian penting dari kehidupan sosial yang sehat. Namun, bagi sebagian orang, menjalin dan mempertahankan hubungan dekat bisa menjadi tantangan tersendiri.
Tanpa disadari, mereka mungkin menunjukkan perilaku-perilaku tertentu yang dapat menghambat pembentukan ikatan persahabatan yang erat. Psikologi menawarkan wawasan berharga tentang perilaku-perilaku yang seringkali ditampilkan oleh individu yang kesulitan memiliki teman dekat.
Memahami perilaku-perilaku ini tidak hanya membantu kita mengenali diri sendiri, tetapi juga meningkatkan empati dan pemahaman terhadap orang lain yang mungkin mengalami kesulitan serupa.
Dalam artikel ini, Jawa Pos akan membahas sembilan perilaku umum yang sering ditunjukkan oleh individu yang cenderung tidak punya teman dekat dan sulit membangun kedekatan.
Dilansir dari laman Geediting.com, Selasa (27/8), berikut sembilan perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang tidak punya teman dekat, menurut psikologi. Mari kita telusuri lebih dalam perilaku-perilaku ini untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna.
1. Gaya Hidup Soliter yang Lebih Suka Sendirian
Meskipun menikmati waktu sendiri adalah hal yang normal, individu yang cenderung menghindari interaksi sosial dan lebih memilih kesendirian yang berlebihan mungkin mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dekat. Mereka biasanya tidak punya teman dekat untuk berbagai hari dan keluh kesah mereka.
2. Kesulitan dalam Mempertahankan Percakapan
Kesulitan dalam memulai atau mempertahankan percakapan dapat menjadi penghalang dalam membangun hubungan. Individu yang kurang terampil dalam berkomunikasi mungkin merasa canggung atau tidak nyaman dalam situasi sosial, sehingga sulit bagi mereka untuk punya teman dekat dan terhubung dengan orang lain.
3. Terlalu Mandiri dan Terbiasa Bergantung pada Diri Sendiri
Kemandirian adalah sifat yang positif, namun terlalu bergantung pada diri sendiri dapat menghalangi pembentukan hubungan dengan teman dekat. Individu yang selalu berusaha menyelesaikan masalah sendiri tanpa meminta bantuan atau dukungan dari orang lain mungkin tampak tertutup atau sulit didekati.
4. Tidak Bisa Hadir Secara Emosional atau Emotional Unavailability
Ketidakmampuan atau keengganan untuk berbagi perasaan dan emosi secara terbuka dapat menciptakan jarak dalam hubungan. Individu yang tidak bisa hadir secara emosional mungkin tampak dingin atau tidak peduli, sehingga sulit bagi orang lain untuk membangun ikatan emosional yang mendalam dengan mereka.
5. Resistensi terhadap Perubahan

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
