Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Agustus 2024 | 23.24 WIB

Orang Tua Sebaiknya Jangan Pilih Kasih, Ketahui 6 Dampak Buruknya terhadap Anak

Ilustrasi: Keluarga. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Keluarga. (Pexels)

JawaPos.com – Sebagai anak, mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua merupakan suatu hal yang berharga dan tak ternilai harganya. Namun, ada kalanya orang tua memberikan perhatian yang tak seimbang kepada anak-anaknya.
 
Misalnya, saat orang tua lebih memfokuskan perhatiannya kepada anak yang lebih kecil dan tidak memberikan perhatian yang cukup kepada anak yang lebih tua atau anak sulung, atau ketika orang tua lebih perhatian kepada anak yang mereka anggap lebih cerdas dan berbakat dari anaknya yang lain.
 
Tanpa disadari para orang tua, sikap pilih kasih seperti itu dapat memberikan dampak buruk kepada emosional anak, yang kelak dapat berpengaruh pula pada akademis dan interaksi sosial anak dengan orang lain.
 
Dengan demikian, melansir laman Education World, Kamis (15/8), berikut ini adalah 6 dampak buruk sikap pilih kasih orang tua terhadap anak.
 
 
1. Menumbuhkan persaingan antar saudara
 
Sebagai orang tua, Anda mungkin secara tidak sengaja memupuk persaingan di antara anak-anak Anda karena menunjukkan sikap pilih kasih.
 
Di masa pertumbuhannya, seorang anak yang cemburu bahkan mungkin akan mencoba menyakiti atau melukai saudaranya. Itulah pentingnya bagi orang tua untuk perlu memahami bahwa semua anak memerlukan perhatian dan kasih sayang yang sama dalam menghadapi anaknya.
 
2. Anak kesayangan tumbuh menjadi anak nakal yang manja
 
Biasanya, anak yang sering dibela oleh orang tuanya kelak akan menjadi anak nakal yang manja. Mereka bisa marah untuk hal yang kecil, meminta banyak hadiah, dan juga menunjukkan perilaku keras kepala sejak kecil.
 
Anak-anak yang demikian mungkin merasa superior dan cenderung percaya bahwa mereka bisa berbuat seenaknya. Hal ini dapat berdampak buruk pada kemampuan mereka untuk mempertahankan hubungan, baik dengan pasangan atau teman, hingga perilaku mereka di sekolah maupun lingkungan kerja.
 
 
3. Stres dan merasa rendah diri
 
Menampilkan keberpihakan terhadap seorang anak dapat menyebabkan stres pada anak lainnya. Perasaan atau persepsi kurang disayang oleh orang tuanya dapat melukai harga diri anak.
 
Misalnya, memberi label pada salah satu anak Anda sebagai anak yang cerdas dapat menyebabkan persaingan di antara anak-anak tersebut, yang dapat berakhir dengan anak yang lebih diunggulkan akan terus merendahkan anak lainnya.
 
Di masa dewasa, anak yang kurang disayang orang tuanya mungkin masih akan merasa rendah diri dan dapat berdampak pada performanya di dunia kerja.
 
4. Efek emosional
 
Kebanyakan orang biasanya tidak akan lupa bagaimana mereka pernah diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya. Anak-anak yang terabaikan dapat mengembangkan kebencian terhadap orang tua yang menunjukkan sikap pilih kasih.
 
Selain itu, anak-anak seperti ini lebih cenderung menunjukkan perilaku agresif dan tidak pantas di sekolah dan dengan saudaranya.
 
Kurangnya penegasan dan kasih sayang orang tua dapat meninggalkan kekosongan dalam hidup mereka yang tidak akan pernah bisa diisi.
 
Perlu diketahui jika anak-anak juga bisa menunjukkan tanda-tanda depresi sejak dini.
 
 
5. Kurangnya dukungan membuat anak menekan bakatnya
 
Sebagai orang tua, ketika Anda mengunggulkan anak karena berbakat, otomatis hal ini membuat anak yang kurang diunggulkan akan menekan bakatnya.
 
Karena kurangnya dorongan dan dukungan, mereka mulai meragukan kemampuan mereka, menekan bakat mereka dan gagal mencapai potensi mereka yang sebenarnya.
 
Menurut psikolog, anak yang sehat secara emosional pasti ingin menunjukkan bakatnya dan juga belajar lebih cepat.
 
Oleh sebab itu, penting untuk selalu mendukung anak Anda untuk menunjukkan bakatnya dan jangan hanya memuji atau menyemangati satu anak. Dorong semua anak untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
 
6. Menghindari interaksi sosial
 
Pada acara sosial dan pertemuan, anak diharapkan menampilkan sikap tertentu yang tidak akan membuat orang tuanya malu. Mereka diharapkan mengucapkan salam dan menyapa orang yang lebih tua serta menanggapi percakapan.
 
Anak yang kurang disayangi mungkin akan menghindar dan tidak memberikan respons yang baik. Ketika anak-anak ini tumbuh dewasa, mereka cenderung kurang memiliki keterampilan sosial karena kurangnya rasa percaya diri.
 
Menurut para ahli, anak-anak yang demikian memiliki keyakinan bahwa mereka tidak cukup baik sepanjang hidup mereka.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore