
Ilustrasi orang pasif-agresif (Freepik)
JawaPos.com - Kata-kata memang bisa menyakitkan, terutama jika kata-kata itu diucapkan oleh orang-orang pasif-agresif yang ingin menurunkan rasa percaya dirimu.
Kamu mungkin berpikir, bagaimana kita bisa mengenali frasa-frasa yang dapat mengurangi rasa percaya itu? Nyatanya, cukup sulit untuk mengenalinya karena mereka punya bakat untuk merendahkan orang lain secara halus.
Mereka menggunakan frasa-frasa tertentu yang mungkin tampak tidak berbahaya di permukaan tetapi memiliki maksud yang lebih dalam dan merusak.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Selasa (6/8), tujuh frasa yang umum digunakan oleh orang pasif-agresif untuk mengikis kepercayaan dirimu.
1. "Kamu terlalu sensitif"
Jika seseorang mengatakan bahwa kamu terlalu sensitif, mungkin mereka hanya sekadar menyatakan pengamatan mereka. Frasa ini sering digunakan untuk mengabaikan perasaanmu dan membuatmu mempertanyakan respons emosionalmu.
Ini adalah cara halus untuk mengatakan, "Perasaanmu tidak penting." Jadi, jika seseorang meremehkan emosimu, kamu dapat merasa bereaksi berlebihan atau bersikap tidak rasional, meskipun sebenarnya tidak demikian.
2. "Saya hanya bercanda"
Frasa ini sering digunakan orang pasif-agresif sebagai penyamaran untuk komentar yang menyakitkan. Ini adalah cara pasif-agresif untuk meremehkanmu, dan kemudian mengalihkan kesalahan kepadamu karena tidak dapat menerima lelucon.
3. "Jika aku jadi kamu..."
Awalnya ini terdengar seperti nasihat yang tidak berbahaya, namun frasa ini secara halus menyiratkan bahwa mereka lebih tahu daripada kamu. Bahwa perspektif atau cara mereka menangani berbagai hal lebih unggul, dan itu bisa menjadi pukulan telak bagi kepercayaan dirimu.
Ini seperti mengatakan, "Kamu tidak cukup mampu untuk membuat keputusan sendiri," sehingga melemahkan otonomimu dan membuatmu mempertanyakan penilaianmu sendiri. Hanya karena seseorang mengatakan mereka akan melakukan sesuatu yang berbeda, bukan berarti cara mereka adalah cara yang benar atau satu-satunya cara.
4. "Jangan menganggapnya sebagai hal yang pribadi"
Dengan memberi tahumu untuk tidak menanggapi sesuatu secara pribadi, orang tersebut pada dasarnya memberi diri mereka sendiri keleluasaan untuk mengatakan hal-hal yang menyakitkan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadapmu.
Ini adalah cara untuk membebaskan diri mereka dari rasa bersalah atau tanggung jawab atas kata-kata atau tindakan mereka. Tidak apa-apa untuk menanggapi sesuatu secara pribadi, terutama jika hal itu memengaruhimu secara langsung.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
