Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juli 2024 | 01.10 WIB

5 Hal yang Tidak Seharusnya Dibagikan di Medsos, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang gemar bermain medsos, bikin orang di sekitarnya kecewa. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang gemar bermain medsos, bikin orang di sekitarnya kecewa. (Freepik)

JawaPos.com - Membeberkan terlalu banyak tentang diri kita ternyata tidak selalu bermanfaat. Berikut lima hal yang sebaiknya selalu rahasiakan, sesuai dengan kebijaksanaan psikologis.

1) Kehidupan Pribadi

 Di era media sosial seperti sekarang ini, godaan untuk membagian segala aspek dalam kehidupan pribadi mungkin menjadi sesuatu yang lumrah. Namun, berbagi secara berlebihan terkadang dapat menimbulkan perasaan rentan dan bahkan reaksi dari orang lain.

Beberapa aspek kehidupan pribadi lebih baik dirahasiakan. Ini termasuk detail intim tentang hubungan, masalah keluarga, dan pengalaman yang sangat pribadi lainnya. Membagikan detail ini terkadang dapat menimbulkan opini, saran, atau penilaian yang tidak diinginkan dari orang lain.

2) Keuangan

Masalah uang juga dapat menjadi lereng yang licin ketika dibagikan terlalu bebas. Mendiskusikan pendapatan, utang, atau bahkan tabungan bisa menimbulkan situasi yang tidak nyaman atau memicu perbandingan yang tidak sehat. Tidak masalah untuk mendiskusikannya secara garis besar, seperti tujuan keuangan atau tips penganggaran, tetapi membahas secara spesifik tentang status keuangan Anda dapat menyebabkan stres atau kesalahpahaman yang tidak perlu.

Sebab, perjalanan keuangan setiap orang itu unik dan ini bukan perlombaan atau kompetisi. Saat ada godaan untuk mendiskusikan kemenangan atau kekhawatiran keuangan Anda yang terbaru, pertimbangkan implikasi potensial dan apakah itu benar-benar perlu untuk dibagikan.

3) Tujuan dan Impian

Menyimpan tujuan dan impian untuk diri sendiri mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, terutama ketika kita sering mendengar tentang pentingnya berbagi aspirasi dengan orang lain untuk mendapatkan dukungan. Namun, penelitian psikologi menunjukkan bahwa berbagi tujuan Anda terkadang dapat merugikan. Alasannya adalah fenomena yang dikenal sebagai ‘realitas sosial’.

Ketika Anda berbagi tujuan dengan seseorang, otak Anda akan merasakan kepuasan yang sama seolah-olah Anda telah mencapainya. Hal ini dapat mengurangi motivasi Anda untuk bekerja mencapai tujuan. Selain itu, ketika tujuan Anda dipublikasikan, Anda juga membuka diri terhadap kritik dan keraguan dari orang lain, yang selanjutnya dapat menghambat kemajuan Anda.

4) Riwayat Kesehatan

Kesehatan adalah masalah pribadi dan secara umum, sebaiknya tidak menjadi konsumsi publik, terutama di sosial media. Mendiskusikan masalah kesehatan terkadang dapat menimbulkan saran yang tidak diminta atau kekhawatiran yang tidak perlu dari orang lain. Selain itu, dalam situasi tertentu, membagikan riwayat kesehatan Anda bahkan dapat berimplikasi hukum atau memengaruhi kehidupan profesional Anda.

5) Keluhan Pribadi

Setiap orang memiliki keluhan dan keluhan pribadi. Namun, terus-menerus mengutarakan keluhan ini dapat menciptakan suasana negatif dan berpotensi merusak hubungan Anda, terlebih jika dibagikan di media sosial.

Mendiskusikan keluhan pribadi terkadang dapat dianggap sebagai gosip atau mengeluh, dan keduanya bukanlah sifat yang menarik. Hal ini juga dapat membuat orang lain mempertanyakan kemampuan Anda untuk menangani konflik secara efektif.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore