Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 19.36 WIB

Orang-Orang yang Terlalu Dipuji saat Anak-Anak Cenderung Mengembangkan 9 Sifat Ini saat Dewasa, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang terlalu dipuji saat anak-anak. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang terlalu dipuji saat anak-anak. (Freepik)

JawaPos.com - Ketika anak-anak terus-menerus menerima pujian berlebihan dari orang tua, guru, atau orang dewasa lain di sekitarnya, hal ini bisa berdampak signifikan pada perkembangan psikologis mereka. 
 
Meski pujian merupakan salah satu cara untuk memberikan dorongan dan membangun rasa percaya diri, pujian yang berlebihan pada anak-anak dapat berakibat sebaliknya. 
 
Dilansir dari Hack Spirit pada Rabu (10/7), sembilan sifat yang cenderung berkembang pada anak-anak yang terlalu dipuji, menurut psikologi:

1. Narsisme

Pujian yang berlebihan seringkali membuat anak-anak merasa bahwa mereka lebih baik dari orang lain. 
 
Mereka bisa mengembangkan pandangan yang tidak realistis tentang diri mereka sendiri, berpikir bahwa mereka selalu benar, lebih berbakat, atau lebih penting dibandingkan orang lain. 
 
 
Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pujian berlebihan lebih mungkin mengembangkan sifat-sifat narsistik di kemudian hari.

2. Ketergantungan pada Validasi Eksternal

Anak-anak yang terbiasa menerima pujian terus-menerus seringkali menjadi sangat bergantung pada validasi dari luar untuk merasa baik tentang diri mereka. 
 
Mereka mungkin kesulitan untuk mengembangkan rasa harga diri yang stabil dan sering mencari pujian atau pengakuan dari orang lain untuk merasa berharga.

3. Takut pada Kegagalan

Ketika anak-anak menerima pujian yang berlebihan, mereka mungkin mengembangkan ketakutan yang kuat terhadap kegagalan. 
 
Karena selalu dipuji, mereka merasa tekanan untuk selalu sukses dan khawatir bahwa mereka akan kehilangan pujian atau mengecewakan orang lain jika mereka gagal. 
 
Ini bisa menyebabkan mereka menghindari tantangan atau situasi di mana ada risiko gagal.
 

Terlalu banyak pujian dapat membuat anak-anak merasa bahwa mereka harus sempurna untuk mendapatkan cinta dan penerimaan. 
 
Mereka mungkin menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri dan selalu berusaha untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal yang mereka lakukan, yang bisa menjadi beban emosional yang berat.

5. Kesulitan Menghadapi Kritik

Anak-anak yang terus-menerus dipuji mungkin tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kritik dengan baik. 
 
Mereka terbiasa dengan pujian sehingga kritik, bahkan yang konstruktif, dapat terasa sangat menghancurkan bagi mereka. 
 
Mereka mungkin melihat kritik sebagai serangan pribadi dan meresponsnya dengan defensif atau merasa sangat terluka.
 

Pujian yang berlebihan dapat mengurangi motivasi intrinsik anak-anak, yaitu dorongan untuk melakukan sesuatu karena mereka benar-benar menikmatinya atau merasa itu penting, bukan hanya karena ingin mendapatkan pujian.
 
 Mereka mungkin menjadi lebih termotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan eksternal daripada oleh kepuasan pribadi dari tugas yang mereka selesaikan.

7. Kesulitan Menghadapi Kenyataan

Terlalu banyak pujian bisa membuat anak-anak memiliki pandangan yang tidak realistis tentang dunia dan kemampuan mereka. 
 
Mereka mungkin tidak siap menghadapi realitas hidup yang keras, di mana tidak semua usaha dihargai dan tidak semua orang akan memberikan pujian. 
 
Ini bisa membuat mereka mengalami kesulitan besar saat dihadapkan dengan tantangan atau kegagalan di kehidupan nyata.
 

Anak-anak yang selalu dipuji mungkin mengalami kesulitan untuk mengembangkan ketekunan. 
 
Mereka terbiasa mendapatkan pujian dengan mudah sehingga ketika menghadapi tugas yang sulit atau membutuhkan usaha lebih, mereka mungkin cepat merasa frustrasi dan menyerah. 
 
Mereka belum belajar nilai dari kerja keras dan usaha terus-menerus.

9. Hubungan Sosial yang Lemah

Pujian yang berlebihan dapat mempengaruhi cara anak-anak berinteraksi dengan orang lain. 
 
Mereka mungkin cenderung mencari hubungan di mana mereka terus-menerus dipuji dan diakui, atau mereka mungkin sulit menjalin hubungan yang sehat karena harapan yang tidak realistis tentang bagaimana orang lain harus memperlakukan mereka. 
 
Ini bisa menyebabkan masalah dalam membangun hubungan sosial yang kuat dan stabil di masa dewasa.
 
Baca Juga: 8 Sikap Pasangan yang Bisa Sembuhkan Trauma Masa Kecil Menurut Psikologi

Mengatasi Dampak Negatif Pujian Berlebihan

Untuk menghindari dampak negatif dari pujian yang berlebihan, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan pujian dengan bijaksana. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

Berikan Pujian yang Spesifik: Alih-alih memberikan pujian umum seperti "Kamu pintar sekali," cobalah memberikan pujian yang spesifik terhadap usaha dan proses yang dilakukan anak, misalnya "Kamu bekerja keras sekali menyelesaikan tugas ini."

Fokus pada Usaha, Bukan Hasil: 
Dorong anak-anak untuk menghargai proses dan usaha yang mereka lakukan daripada hanya hasil akhirnya. 
 
Ini membantu mereka mengembangkan motivasi intrinsik dan ketahanan.
 
Ajarkan Pentingnya Kegagalan: Bantu anak-anak memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan bukan sesuatu yang harus ditakuti.
 
Ajari mereka untuk melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh.

Bangun Harga Diri yang Sehat: Dorong anak-anak untuk mengembangkan rasa harga diri yang sehat yang tidak bergantung pada pujian dari luar. 
 
Bantu mereka menemukan nilai dan kepuasan dalam diri mereka sendiri.

Dengan pendekatan yang tepat, pujian bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk mendukung perkembangan anak-anak tanpa mengakibatkan dampak negatif jangka panjang.


***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore