JawaPos.com - Masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam perkembangan seseorang.
Pengalaman dan pola asuh yang diterima saat kecil dapat membentuk karakter dan perilaku di masa dewasa.
Salah satu fenomena yang sering diamati adalah perilaku manja saat anak-anak yang dapat berdampak pada perilaku ketika dewasa.
Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (8/7), terdapat sembilan perilaku yang sering ditampilkan oleh orang dewasa yang manja sejak kecil menurut psikologi.
1. Ketergantungan pada Orang Lain
Orang dewasa yang manja cenderung memiliki ketergantungan yang tinggi pada orang lain.
Mereka sering mengandalkan orang lain untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bisa mereka lakukan sendiri.
Ketergantungan ini bisa terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, hubungan, hingga keputusan sehari-hari.
2. Kesulitan Menghadapi Penolakan
Mereka yang terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan saat kecil sering kali kesulitan menerima penolakan saat dewasa.
Penolakan bisa membuat mereka merasa frustrasi, marah, atau bahkan depresi karena mereka tidak terbiasa menghadapi situasi di mana mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan.
3. Kurangnya Tanggung Jawab
Perilaku manja sering kali berhubungan dengan kurangnya rasa tanggung jawab.
Orang dewasa yang manja mungkin cenderung menghindari tanggung jawab atau menyalahkan orang lain ketika menghadapi masalah.
Mereka mungkin kesulitan untuk menyelesaikan tugas atau memenuhi komitmen karena mereka tidak diajarkan untuk mandiri dan bertanggung jawab saat kecil.
Orang yang manja saat kecil sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang kurang mandiri.
Mereka mungkin merasa tidak mampu melakukan hal-hal sendiri atau takut untuk mengambil risiko. Ini bisa menyebabkan mereka terjebak dalam zona nyaman dan enggan mencoba hal-hal baru.
5. Mudah Merasa Terancam
Karena terbiasa mendapatkan perhatian dan perlakuan istimewa, orang dewasa yang manja mungkin mudah merasa terancam atau cemburu jika perhatian tidak tertuju pada mereka.
Mereka bisa merasa tidak aman dalam hubungan atau situasi sosial karena takut kehilangan posisi istimewa mereka.
Orang dewasa yang manja sering kali menunjukkan sikap egocentris atau terlalu mementingkan diri sendiri.
Mereka mungkin tidak peduli dengan kebutuhan atau perasaan orang lain dan cenderung memprioritaskan keinginan mereka sendiri di atas segalanya.
7. Mudah Bosan
Ketika terbiasa dengan pemenuhan keinginan yang cepat, orang dewasa yang manja mungkin mudah merasa bosan jika situasi tidak berjalan sesuai harapan mereka.
Mereka bisa cepat kehilangan minat dan mencari hiburan atau kesenangan instan untuk mengatasi kebosanan tersebut.
8. Sulit Menghadapi Stres
Orang yang manja sejak kecil mungkin kesulitan menghadapi stres atau tekanan di masa dewasa.
Mereka mungkin tidak memiliki keterampilan koping yang memadai karena selalu dilindungi dari kesulitan atau tantangan saat kecil.
Akibatnya, mereka bisa mengalami kecemasan atau stres berlebih ketika menghadapi situasi yang menantang.
9. Kurangnya Empati
Terbiasa fokus pada diri sendiri bisa membuat orang dewasa yang manja kurang memiliki empati terhadap orang lain.
Mereka mungkin sulit memahami atau merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, karena mereka tidak terbiasa memperhatikan kebutuhan atau perasaan orang di sekitarnya.
***