Untuk anak yang biasa diasuh dengan dimanja oleh orang tuanya, psikologi menerangkan bahwa saat dewasa anak tersebut bisa jadi mengalami hal-hal yang berat.
Bisa jadi sulit untuk melakukan sesuatu karena biasa dilakukan oleh orang lain hingga justru bisa menjadi orang yang terlalu percaya diri.
Dilansir dari Hack Spirit, berikut adalah 6 karakter anak ketika dewasa bila diasuh dengan manja oleh orang tuanya.
1) Sulit ambil keputusan
Kesulitan membuat keputusan, terutama keputusan sederhana sehari-hari, merupakan tanda umum bahwa Anda terlalu dimanja saat masih anak-anak.
Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus mencari pendapat orang lain sebelum membuat pilihan.
Bahkan untuk hal-hal sepele seperti apa yang akan dikenakan atau apa yang akan dimakan, Anda mungkin merasakan kebimbangan yang amat besar.
Hal ini sebagian besar bisa jadi karena saat masih anak-anak, Anda jarang diberi kesempatan untuk membuat keputusan sendiri. Orang tua Anda membuat sebagian besar keputusan untuk Anda – mulai dari pakaian yang Anda kenakan, makanan yang Anda makan, hingga teman-teman yang Anda ajak bergaul.
2) Berjuang melawan kegagalan
Ketakutan akan kegagalan atau kesalahan bisa melumpuhkan, terutama jika Anda terlalu dimanja saat masih anak-anak.
Bila orangtua secara berlebihan melindungi anak-anaknya dari konsekuensi tindakannya, secara tidak sengaja mereka menumbuhkan rasa takut gagal.
Anda mungkin mendapati diri Anda menghindari situasi yang berisiko kecil untuk tidak berhasil. Ini karena Anda dilindungi dari kegagalan sejak kecil dan dengan demikian, Anda tidak pernah mengembangkan keterampilan untuk mengatasi kemunduran.
Mengalami kegagalan sangat penting bagi pertumbuhan pribadi. Tanpa itu, Anda mungkin kesulitan mengambil risiko dan keluar dari zona nyaman.
Oleh karena itu, ketakutan yang tidak rasional terhadap kegagalan bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda terlalu dimanja sewaktu kecil.
3) Terlalu percaya diri
Menariknya, terlalu percaya diri atau memiliki rasa harga diri yang tinggi juga bisa menjadi tanda terlalu dimanja saat masih anak-anak.
Orang tua yang terlalu memanjakan seringkali menghujani anak-anak mereka dengan pujian dan validasi yang berlebihan, terlepas dari tindakan mereka. Hal ini dapat menyebabkan rasa penting diri yang berlebihan pada anak.
Sebagai orang dewasa, Anda mungkin mengharapkan perlakuan khusus atau meyakini bahwa Anda lebih unggul dari orang lain dalam beberapa hal. Anda mungkin juga kesulitan menerima kritik atau masukan yang membangun, menganggapnya sebagai serangan pribadi alih-alih kesempatan untuk perbaikan.
Meskipun kepercayaan diri umumnya dipandang sebagai sifat positif, kepercayaan diri yang berlebihan jika tidak semestinya dapat menyebabkan hubungan yang tegang dan menghambat pertumbuhan pribadi.
4) Ketergantungan pada orang lain
Jika Anda merasa terlalu bergantung pada orang lain untuk dukungan emosional, pengambilan keputusan, atau bahkan tugas-tugas dasar, mungkin itu karena Anda terlalu dimanja saat masih kecil.
Orang tua yang terlalu memanjakan anak-anaknya seringkali tanpa sengaja menciptakan ketergantungan yang berlanjut hingga dewasa. Itu karena, sebagai seorang anak, Anda mungkin selalu yakin bahwa seseorang akan ada di sana untuk mengurus segala sesuatunya bagi Anda.
Sekarang, sebagai orang dewasa, hal ini terwujud sebagai kebutuhan terus-menerus untuk mendapatkan kepastian dari orang lain. Anda mungkin kesulitan menyelesaikan tugas sendiri, terus-menerus mencari orang lain untuk berbagi tanggung jawab .
Ini merupakan siklus yang sulit untuk diputus, tetapi menyadari ketergantungan ini merupakan langkah pertama menuju pengembangan kemandirian dan kemerdekaan.
5) Toleransi frustrasi rendah
Tidak apa-apa jika Anda merasa mudah kewalahan oleh ketidaknyamanan atau kemunduran kecil. Ini bisa menjadi tanda lain bahwa Anda terlalu dimanja saat masih kecil.
Bila orangtua selalu siap sedia menyelesaikan masalah anaknya, anak tidak akan pernah belajar cara mengelola rasa frustrasi secara efektif.
Sebagai orang dewasa, hal ini dapat mengakibatkan rendahnya toleransi terhadap ketidaknyamanan atau frustrasi . Anda mungkin merasa sulit untuk menangani situasi yang menyimpang dari harapan Anda, meskipun sedikit.
Harap diingat, ini bukan salah Anda. Respons emosional Anda dibentuk oleh pengalaman masa kecil Anda.
Mengenali hal ini dapat menjadi langkah penting menuju membangun ketahanan dan meningkatkan pengaturan emosi.
6) Kesulitan mengambil tanggung jawab
Jika Anda sering menyalahkan orang lain atau menghindari tanggung jawab atas tindakan Anda, itu pertanda jelas bahwa Anda terlalu dimanja saat masih anak-anak.
Orang tua yang terlalu memanjakan anak cenderung melindungi anak dari konsekuensi tindakannya. Hal ini dapat mengakibatkan orang dewasa kesulitan mengakui kesalahannya.
Sebagai orang dewasa, penting bagi kita untuk bertanggung jawab atas tindakan kita dan menghadapi konsekuensinya. Hal ini tidak selalu menyenangkan, tetapi merupakan bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
Jadi, jika ini kedengarannya seperti Anda, mungkin sudah waktunya untuk mulai meminta pertanggungjawaban pada diri sendiri.