
Ilustrasi pernikahan. (Freepik)
JawaPos.com - Pernikahan adalah momen sakral yang diharapkan membawa kebahagiaan dan keharmonisan bagi pasangan suami istri.
Namun, dalam adat Jawa, terdapat beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari agar rumah tangga tetap harmonis dan tentram.
Menurut primbon Jawa, melanggar pantangan-pantangan berikut dapat membawa dampak negatif pada kehidupan pernikahan mereka.
Dilansir dari kanal YouTube Ki Nawi Krama pada Sabtu (29/6), inilah 8 pantangan pernikahan yang tidak boleh dilanggar agar rumah tangga harmonis dan tentram, menurut primbon Jawa.
Dengan memahami dan menghindari pantangan-pantangan ini dapat membantu Anda membangun rumah tangga yang harmonis dan tentram.
Baca Juga: 8 Kebiasaan yang Ternyata Bikin Rezeki Seret Menurut Primbon Jawa, Salah Satunya Sering Meludah di Dalam Rumah
1. Kakak Beradik Menikah di Tahun yang Sama
Salah satu pantangan pernikahan dalam adat Jawa adalah kakak beradik yang menikah di tahun yang sama.
Menurut primbon Jawa, melangsungkan pernikahan dua saudara kandung di tahun yang sama bisa membawa malapetaka.
Oleh karena itu, disarankan agar pernikahan kakak beradik dilaksanakan di tahun yang berbeda, agar ada jeda waktu di antara pernikahan mereka. Misalnya, kakak menikah tahun ini dan adik menikah tahun berikutnya.
Selain itu, pernikahan yang dilakukan dua kali dalam setahun dapat membebani keluarga besar secara finansial, karena biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih banyak.
Orang tua juga memerlukan waktu untuk beradaptasi setelah melepas salah satu anaknya yang telah menikah.
Baca Juga: Dihormati Banyak Orang! 5 Weton Terbaik yang Sukses Besar dalam Karier dan Pergaulan Sosial, Menurut Primbon Jawa
2. Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Ketiga
Dalam kitab primbon Jawa, pernikahan antara anak pertama dan anak ketiga sering disebut dengan istilah "mitos lusan". Masyarakat Jawa percaya bahwa pernikahan ini dapat membawa dampak buruk pada kehidupan rumah tangga di kemudian hari.
Anak pertama dan ketiga umumnya memiliki perbedaan karakter yang signifikan, sehingga rawan terjadi konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.
Selain itu, kehidupan rumah tangga mereka juga diyakini akan mengalami kesulitan ekonomi karena pekerjaan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga.
Tak hanya itu saja, pernikahan ini bisa mendatangkan kematian bagi pasangan atau orang tua mereka, sehingga, primbon Jawa menyarankan untuk sebaiknya dihindari.
3. Posisi Rumah Kedua Mempelai Saling Berhadapan
Salah satu pantangan pernikahan dalam adat Jawa adalah calon pengantin yang rumahnya saling berhadapan.
Menurut primbon Jawa, posisi rumah yang saling berhadapan dianggap akan mendatangkan masalah rumah tangga yang serius di masa depan.
Baca Juga: Ada Selasa Pahing! 5 Weton Ini Paling Bejo dan Memiliki Magnet Rezeki Sangat Kuat, Menurut Primbon Jawa
Namun, hal ini bukan berarti pernikahan tidak bisa dilaksanakan. Salah satu solusi adalah merenovasi salah satu rumah agar tidak lagi berhadapan, atau salah satu calon mempelai diangkat sebagai anak oleh kerabat dekat yang rumahnya tidak berhadapan dengan pasangannya.
4. Menyelenggarakan Pernikahan di Bulan Suro
Bulan Muharram atau Suro dianggap sebagai bulan yang keramat oleh masyarakat Jawa. Hal ini karena adanya berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan tersebut, yang dianggap sebagai waktu untuk berdoa dan berintrospeksi.
Oleh karena itu, kegiatan yang bernuansa kegembiraan seperti pernikahan atau pesta pribadi tidak seharusnya dilakukan di bulan ini.
Jika calon pengantin tetap memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di bulan Suro, dikhawatirkan akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.
Terdapat beberapa tanggal yang dianggap sebagai pantangan untuk mengadakan pernikahan di bulan Suro, seperti tanggal 6, 11, 17, 27, dan tanggal 14 pada hari Rabu Pahing, karena pada tanggal-tanggal tersebut diyakini akan ada banyak godaan negatif yang menghampiri perjalanan hidup kedua mempelai.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Inilah 8 Tanda-Tanda Anda Sedang Dinaikkan Derajatnya oleh Alam Semesta, Menurut Primbon Jawa
5. Hitungan Weton Jodoh Tidak Cocok
Weton adalah perhitungan hari lahir seseorang yang digunakan untuk memprediksi masa depan tertentu.
Dalam primbon Jawa, weton digunakan untuk menentukan tanggal yang baik untuk berbagai acara penting seperti pernikahan.
Hitungan weton juga digunakan untuk mengukur kecocokan antara calon pengantin. Jika hasil perhitungan menunjukkan ketidakcocokan, namun pasangan tetap melanjutkan hubungan, dikhawatirkan kehidupan rumah tangga mereka akan penuh dengan masalah besar.
Kepercayaan ini masih sangat diperhitungkan oleh masyarakat Jawa karena dampaknya yang dianggap bisa berakibat fatal.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
