Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juni 2024 | 17.35 WIB

Bahaya! Pahami 10 Tanda Anda Berurusan dengan Orang yang Berpura-pura Baik Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang senang berpura-pura baik/ Sumber foto: Freepik


JawaPos.com - Orang yang berpura-pura baik atau yang sering disebut sebagai 'toxic positivity' dalam terminologi psikologi, adalah individu yang berpura-pura baik namun memiliki motif tersembunyi atau niat yang tidak tulus. 

Mengenali tanda-tanda orang seperti ini, sangat penting untuk melindungi kesehatan mental dan emosional Anda. 
 
Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (20/6), terdapat 10 tanda peringatan yang menunjukkan Anda mungkin berurusan dengan orang yang berpura-pura baik menurut psikologi:

1. Ketidaksesuaian Antara Kata dan Tindakan

Orang yang berpura-pura baik seringkali tidak konsisten antara apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan. 
 
Mereka mungkin memberikan pujian atau janji yang manis, tetapi tindakan mereka tidak pernah sejalan dengan kata-kata mereka. 
 
Ketidaksesuaian ini merupakan tanda klasik dari manipulasi dan ketidakjujuran.
 

Pujian yang berlebihan dan terasa tidak tulus adalah indikasi lain. Orang yang berpura-pura baik sering menggunakan pujian sebagai alat untuk mendapatkan kepercayaan atau untuk mengendalikan Anda. 
 
Mereka mungkin terus-menerus memuji Anda, tetapi pujian tersebut seringkali terdengar dipaksakan dan tidak alami.

3. Selalu Setuju dengan Semua Orang

Orang yang berpura-pura baik cenderung selalu setuju dengan apa pun yang dikatakan oleh orang lain, bahkan ketika hal tersebut bertentangan dengan keyakinan atau pendapat mereka sendiri. 
 
Hal ini dilakukan untuk menciptakan kesan bahwa mereka adalah orang yang menyenangkan dan tidak menimbulkan konflik.

4. Menghindari Konflik dengan Segala Cara

Meskipun menghindari konflik bisa menjadi hal yang baik, orang yang berpura-pura baik melakukannya secara ekstrem. 
 
Mereka akan setuju dengan apapun dan siap melakukan apapun untuk menghindari pertengkaran atau ketegangan, meskipun itu berarti tidak jujur atau tidak otentik.
 
Baca Juga: Cara Menyikapi Teman yang Toxic, Penting untuk Kesehatan Mental dan Mengurangi Drama Kehidupan

5. Mendominasi Percakapan dengan Kepositifan Berlebihan

Orang yang berpura-pura baik seringkali mendominasi percakapan dengan kepositifan berlebihan yang tidak realistis. 
 
Mereka mungkin terus-menerus berbicara tentang betapa hebatnya segalanya dan menolak untuk mengakui masalah atau kesulitan yang ada. 
 
Ini adalah cara untuk menghindari percakapan yang mendalam dan bermakna.

6. Tidak Bisa Dipegang Kata-Katanya

Seringkali, orang yang berpura-pura baik membuat janji yang mereka tidak punya niat untuk menepati. 
 
Mereka mungkin sering berkata akan membantu Anda atau melakukan sesuatu untuk Anda, tetapi kemudian selalu memiliki alasan mengapa mereka tidak bisa melakukannya.

7. Menggunakan Kebaikan untuk Manfaat Pribadi

Motif tersembunyi adalah ciri khas orang yang berpura-pura baik. Mereka seringkali melakukan perbuatan baik dengan harapan mendapatkan sesuatu sebagai balasannya, entah itu pujian, dukungan, atau keuntungan lainnya.
 
Mereka melihat kebaikan sebagai alat transaksi, bukan sebagai sesuatu yang tulus.
 

Orang yang berpura-pura baik jarang mengakui kesalahan mereka sendiri. Mereka mungkin selalu mencari cara untuk menyalahkan orang lain atau situasi luar atas kesalahan mereka. 
 
Mengakui kesalahan dianggap sebagai tanda kelemahan bagi mereka, sehingga mereka cenderung menghindarinya.

9. Cenderung Manipulatif
 
Mereka mungkin menggunakan perasaan bersalah, pujian palsu, atau bahkan ancaman terselubung untuk memanipulasi orang lain dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. 
 
Manipulasi adalah alat utama dari orang yang berpura-pura baik. Ini bisa sangat merusak bagi orang-orang di sekitar mereka.

10. Tidak Ada Kedalaman Emosional

Interaksi dengan orang yang berpura-pura baik sering terasa dangkal dan kosong. 
 
Mereka mungkin tidak menunjukkan empati yang tulus atau keprihatinan yang mendalam terhadap orang lain. 
 
Hubungan dengan mereka cenderung berfokus pada permukaan tanpa menyentuh emosi yang lebih dalam dan lebih kompleks.
 
Mengapa Penting Mengenali Tanda-Tanda Ini?

Mengenali tanda-tanda orang yang berpura-pura baik sangat penting untuk melindungi diri Anda dari manipulasi emosional dan mental. 
 
Berurusan dengan orang seperti ini bisa sangat melelahkan dan merusak kesejahteraan Anda. 
 
Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan tidak ragu untuk menjauh dari hubungan yang tidak sehat.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore