
ILUSTRASI: Panjat tebing adalah salah satu bentuk olahraga ekstrem.
JawaPos.com – Banyak orang bertanya-tanya kenapa ada orang-orang menyukai aktivitas yang memacu adrenalin? Sebagian lagi ada yang berpendapat bahwa hidup hanya sekali, maka harus mencoba segala hal setidaknya sekali, meskipun itu berisiko.
Dikutip dari psychologs.com, melepaskan adrenalin dan dopamin dapat meningkatkan fokus dan bahkan menjadi alasan bagi sebagian orang melakukan aktivitas tersebut.
Hormon-hormon ini bisa membuat orang merasa nyaman setelah melakukan olahraga ekstrem dan membantu mereka mengatasi rasa takut. Perasaan tenang sering dikaitkan dengan tingginya kadar dopamin.
Selain itu juga ada rasa pencapaian dan kebanggaan yang datang dari mereka ketika melakukan sesuatu yang biasanya sulit dilakukan. Baik itu terjun payung, menyelam, mendaki gunung, atau bungee jumping. Sebagian orang merasa mencapai sesuatu dan menaklukkan tantangan yang tidak mudah merupakan hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri.
Di sisi lain, tidak sedikit orang menjalani kehidupan mereka yang monoton. Bekejar dari pukul 9.00 hingga 17.00 tanpa petualangan atau sensasi.
Padahal mengikuti olahraga ekstrem bisa menjadi pelarian dari kehidupan monoton. Olahraga ekstrem bisa menjadi cara menuju kehidupan yang penuh sensasi dan kegembiraan.
Orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut menjadikannya sebagai cara untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dan menjalani kehidupan sesuai keinginan, meskipun itu berbahaya.
Olahraga Ekstrem Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental
Olahraga ekstrem bukan hanya tentang adrenalin, tetapi juga tentang ketahanan mental. Aktivitas ini berdampak besar pada kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang.
Aktivitas seperti itu menuntut perhatian penuh, membantu meningkatkan kemampuan kognitif, konsentrasi, dan perhatian. Mereka juga bisa meredakan stres dan kecemasan.
Mengikuti olahraga ekstrem dengan orang lain, seperti pasangan atau teman, dapat mempererat hubungan dan membangun kekompakan.
Ikatan sosial dan rasa kebersamaan meningkat ketika orang merasa mereka tidak sendiri dan memiliki seseorang untuk berbagi pengalaman.
Seperti meditasi, olahraga ekstrem memerlukan pemusatan perhatian dan kewaspadaan tingkat tinggi. Ini membantu seseorang menjadi lebih sadar akan lingkungannya dan meningkatkan konsentrasi serta fokus dalam kehidupan sehari-hari.
Mengatasi rintangan selama olahraga ekstrem membantu membangun kepercayaan diri dan mengatasi rasa takut, memberikan rasa pencapaian dan kepuasan yang mendukung perkembangan pribadi.
Menurut Psikolog Upasana Soni, Kepala Departemen dan Editor Asosiasi Psikologi, “Olahraga sangat penting karena bermanfaat membantu melepaskan hormon-hormon dan mengurangi hormon-hormon yang berdampak negatif pada kebahagiaan dan emosi lainnya.”

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
