ILUSTRASI Tidur ./Marcus Aurelius/Pexels.com
JawaPos.com - Pada era digital, kebanyakan orang seperti tidak bisa lepas dari gadget atau HP.
Bahkan saat bangun tidur, ponsel telah menyita waktu berjam-jam hanya untuk menyimak media sosial.
Aktivitas ini, tanpa kita sadari sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Dikutip dari laman verywellmind.com penelitian dari Nielsen Company mengungkapkan rata-rata orang dewasa di AS menghabiskan sekitar 11 jam setiap hari untuk mendengarkan, menonton, membaca, atau berinteraksi dengan media.
Bukti lainnya menunjukkan bahwa penggunaan perangkat dalam jumlah besar, terutama sebelum waktu tidur, dapat mengganggu kualitas dan kuantitas tidur.
Tak hanya itu, sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan perangkat digital sebelum tidur memiliki kualitas tidur yang jauh lebih buruk (kurang tidur).
Jika mengalami hal tersebut, itu tandanya diri kita perlu digital detox atau detoks digital.
Apabila belum yakin, Anda bisa mengecek 7 tanda-tanda bahwa diri kita membutuhkan detoks digital berikut ini.
Baca Juga: Peneliti Ungkap Kepribadian Seseorang Berdasarkan Foto Profil di Media Sosial, Simak!
1. Anda merasa cemas atau stres jika tidak dapat menemukan ponsel.
2. Anda merasa terdorong untuk memeriksa ponsel Anda setiap beberapa menit.
3. Anda merasa tertekan, cemas, atau marah setelah menghabiskan waktu di media sosial.
4. Selalu disibukkan dengan jumlah suka, komentar, atau pembagian ulang di postingan sosial Anda.
5. Anda takut kehilangan sesuatu jika tidak terus memeriksa perangkat.
6. Anda sering melakukan begadang atau bangun pagi untuk bermain ponsel.
7. Anda kesulitan berkonsentrasi pada satu hal tanpa harus memeriksa ponsel.
Bila mengalami tanda-tanda terkait, segeralah untuk melakukan detoks digital. Menurut laman verywellmind.com ada 3 cara untuk detoks digital. Cek penjelasan berikut ini.
Baca Juga: Kenali 5 Tipe Kepribadian Seseorang Melalui Postingannya di Media Sosial, Cek Apakah Kamu Salah Satunya?
1. Jadilah Realistik
Jika Anda dapat melakukan detoksifikasi digital lengkap dalam jangka waktu tertentu, mungkin itu adalah sesuatu yang ingin dicoba. Terputus sepenuhnya bisa terasa membebaskan dan menyegarkan bagi sebagian orang.
Bagi banyak orang, sepenuhnya meninggalkan segala bentuk komunikasi digital mungkin tidak mungkin dilakukan, terutama jika Anda benar-benar mengandalkan koneksi untuk bekerja, sekolah, atau kewajiban lainnya.
Jika Anda membutuhkan perangkat di siang hari untuk bekerja, cobalah melakukan detoksifikasi mini di penghujung hari kerja.
Pilih waktu ketika Anda ingin mematikan perangkat Anda, lalu fokuslah untuk menghabiskan malam yang benar-benar bebas dari hal-hal seperti media sosial, SMS, video online, dan gangguan elektronik lainnya.
2. Tetapkan Batasan
Meski tidak selalu memungkinkan atau bahkan lebih baik untuk memutuskan sambungan sepenuhnya, menetapkan batasan kapan koneksi digital ini diizinkan sangat penting. Sebab, batasan ini justru. bisa berdampak baik bagi kesehatan mental loh.
Batasan agar tidak melulu memainkan perangkat digital sangat beragam. Misalnya, jangan main HP saat sedang makan, ketika Anda bangun atau hendak tidur lebih baik tidak bergantung pada HP, dan lain-lain.
Baca Juga: Media Sosial Bisa Membuat Seseorang Kesepian? Simak Penjelasan Menurut Psikologi Berikut Ini
3. Hapus Gangguan
Cara lain untuk memulai detoks digital adalah dengan mematikan notifikasi push di ponsel Anda. Banyak aplikasi media sosial, termasuk Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest, dan situs berita mengirimkan peringatan setiap kali Anda menerima pesan, sebutan, atau postingan baru.
Hidup tanpa perangkat terkadang terasa tidak nyaman dan membuat stres. Anda mungkin merasa kesal, cemas, dan bahkan bosan tanpa ponsel dan alat teknologi lainnya.
Namun, detoks digital bisa menjadi pengalaman berharga yang akan membantu Anda lebih sadar dalam aktivitas dan pengalaman lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat. ***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
