Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 April 2024 | 02.10 WIB

Kenali Gejala dan Penyebab Psikopat, Apakah Harus Dijauhi dan Diasingkan?

Ilustrasi penderita psikopat. (Sumber: freepik). - Image

Ilustrasi penderita psikopat. (Sumber: freepik).

JawaPos.com - Orang yang memiliki sifat psikopat atau anti sosial seringkali tidak disadari keberadaannya. Mereka cenderung tidak memiliki empati dan sering melakukan tindakan yang merugikan orang lain. 

Penting untuk mengenali tanda-tanda psikopat agar penanganannya bisa dilakukan lebih awal, meskipun penderitanya bisa terlihat normal dan mudah disukai orang lain.

Apa Itu Psikopat?

Dikutip dari halodoc.com, Jumat (12/4), istilah "psikopat" menggambarkan individu yang kurang memiliki perasaan, emosi, dan hati nurani. Namun, istilah medis yang lebih tepat untuk kondisi ini sekarang disebut sebagai gangguan kepribadian antisosial. 

Orang dengan gangguan ini mungkin menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan norma sosial, kesulitan membedakan baik dan buruk, kurangnya empati, dan kurang tanggung jawab. Mereka juga dapat bersikap gegabah, manipulatif, dan kasar terhadap orang lain. 

Gejala serupa dengan gangguan kepribadian narsistik, namun individu dengan psikopati biasanya kurang tekun dan disiplin. Penting diingat bahwa tidak semua individu dengan kondisi psikopat adalah pelaku kriminal.

Penyebab Psikopat

Penyebab psikopati masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berikut dapat menjadi pemicunya:

  1. Gangguan fungsi otak, dimana aktivitas bagian otak yang terlibat dalam emosi, empati, dan pengambilan keputusan seperti amygdala, insula, dan korteks prefrontal menurun. Hal ini menyebabkan penurunan respons terhadap rangsangan emosional dan pengambilan keputusan yang buruk.

  • Faktor genetik, dimana kelainan genetik yang diwarisi dari orang tua berpotensi menyebabkan gangguan kepribadian antisosial, termasuk psikopati. Ini lebih rentan terjadi pada individu yang memiliki riwayat gangguan mental dalam keluarga.

  • Pengalaman trauma, seperti pelecehan atau kekerasan pada masa anak-anak, dapat membentuk kepribadian psikopat di kemudian hari. Hal ini sering terjadi pada individu yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sulit secara ekonomi atau mengalami pola asuh yang buruk.

  • Kelainan struktur otak yang mengatur emosi, yang mungkin disebabkan oleh cedera selama masa perkembangan otak. Kelainan ini dapat memengaruhi respons tubuh terhadap rangsangan, tetapi individu dengan psikopati cenderung tidak menunjukkan respons emosional yang normal.

  • Gejala Psikopat

    Ciri-ciri psikopat sering muncul sejak masa kanak-kanak dan semakin buruk seiring bertambahnya usia. Pada usia dini, anak-anak dengan ciri-ciri psikopat cenderung menunjukkan perilaku buruk seperti menyontek, bolos sekolah, berkelahi, menggunakan obat-obatan terlarang, dan merusak fasilitas umum.

    Editor: Bintang Pradewo
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore