
Ilustrasi Makan Secara Berlebihan Akibat Stres./freepik/wayhomestudio
JawaPos.com - Makan berlebihan akibat stres adalah kebiasaan mengonsumsi makanan secara berlebihan sebagai respons terhadap situasi stres atau emosi negatif lainnya.
Banyak individu yang makan secara berlebihan akibat stres karena makanan dapat memberikan rasa kenyamanan dan kepuasan sementara, serta mengalihkan perhatian dari stres atau masalah yang sedang dihadapi.
Individu yang mengalami stres sering kali cenderung makan secara berlebihan dan memilih makanan yang tinggi lemak, gula, atau garam, seperti camilan cepat saji, cokelat, es krim, atau makanan yang digoreng.
Dimana sebagian besar makanan tersebut merupakan makanan yang cenderung tak sehat bagi tubuh.
Normal merasa lapar ketika Anda stres, karena tubuh Anda menghasilkan lebih banyak kortisol yang juga dikenal sebagai 'hormon lapar'.
Stres juga dapat mengurangi tingkat 'hormon kebahagiaan', yakni serotonin dan dopamin, yang dapat menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak.
Ketika mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak, otak Anda akan melepaskan lebih banyak serotonin dan dopamin, yang meningkatkan suasana hati Anda dan mengurangi kecemasan. Namun, jika hal ini terus menerus berlanjut, tentu akan memberikan efek yang buruk bagi tubuh.
Konsumsi makanan yang tinggi kalori, gula, dan lemak dapat menyebabkan peningkatan berat badan, masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Dengan begitu, penting untuk mengatasi kebiasaan makan berlebihan akibat stres karena akan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.
Dilansir dari Parkway East Hospital pada Jumat (8/3), berikut merupakan 5 hal yang harus Anda lakukan jika Anda mengonsumsi makanan secara berlebihan saat stres melanda guna membantu diri Anda kembali mengendalikan pola makan yang baik.
1. Catat suasana hati dengan makanan
Anda bisa mencatat bagaimana perasaan Anda (seperti sedih, cemas, atau stres) bisa membuat Anda makan lebih banyak atau menjadikan Anda ingin mengonsumsi makanan jenis makanan tertentu.
Mencatat perasaan dan makanan yang dikonsumsi membantu Anda melihat hubungan antara emosi dan kebiasaan makan Anda.
Misalnya, Anda mungkin menyadari bahwa saat Anda sedih, Anda cenderung makan makanan tertentu atau makan lebih banyak dari biasanya.
Dengan menyadari pola ini, Anda dapat memahami apakah Anda benar-benar lapar secara fisik atau hanya ingin makan karena emosi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022