
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan berfoto bersama usai pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Sejumlah wakil rakyat terpilih telah mengucap sumpah saat pelantikan anggota DPR periode 2019-2024 di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10). Salah satu hal yang mencolok dari pelantikan tersebut adalah gaya berbusana para anggota DPR dari berbagai fraksi. Salah satunya anggora perempuan dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Secara umum, semua kader perempuan dari PDIP mengenakan busana berwarna merah. Sebut saja, selebriti Krisdayanti mengenakan kebaya merah dengan tampilan klasik dan anggun. Saat pelantikan, Diva KD terlihat mewah dengan kebaya kutu baru warna merah dipadupadankan dengan kain batik motif parang yang senada dengan selendangnya.
Sedangkan Rieke Diah Pitaloka lebih memilih warna merah yang lebih lembut yakni warna merah maroon dengan bahan busana kebaya kutu baru mirip velvet beludru. Keduanya sama-sama memakai sanggul dan tampil anggun.
Photo
Krisdayanti mengenakan kebaya merah merekah di acara pelantikan anggota DPR 2019-2024, Selasa (1/10). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Ada kader lainnya seperti Puan Maharani hingga Puti Guntur Soekarno juga berbusana merah. Semuanya kompak mengenakan busana merah dari mulai kebaya hingga baju kurung.
PDIP memang identik dengan warna merah. Kritikus Mode Sonny Muchlison menilai sah-sah saja jika ingin memilih kompak mengenakan warna merah. Akan tetapi, lebih baik lagi saat pelantikan dan pembacaan sumpah tidak memperlihatkan simbol-simbol kepartaian.
"Sebetulnya bisa membedakan antara menjadi wakil rakyat dan menjadi wakil partai. Kalau sudah disumpah, saat dilantik, itu kan wakil rakyat. Ada baiknya mohon disadari agar tidak menonjolkan simbol partai," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (1/10).
Tujuannya baik, kata dia, agar lebih dekat dengan rakyat tanpa menonjolkan bendera partainya. Sehingga tak harus kompak mengenakan simbol warna tertentu, asalkan tetap mencerminkan Indonesia.
"Meski mewakili partai tetapi kan dipilih rakyat. Jadi tidak perlu menonjolkan simbol untuk mewakili partai itu sendiri," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022