Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 November 2025 | 14.19 WIB

Menelusuri 8 Fase Jatuh Cinta Diam-diam yang Hampir Semua Orang Pernah Merasakan

Ilustrasi seorang pria dan wanita yang saling bertatapan secara intens, dengan ekspresi malu-malu. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria dan wanita yang saling bertatapan secara intens, dengan ekspresi malu-malu. (Freepik)

JawaPos.com - Jatuh cinta pada seseorang yang tidak terjangkau adalah pengalaman universal yang sering dirasakan semua orang. Perasaan ini membawa kita melalui serangkaian emosi yang bergejolak, dari harapan hingga kegelisahan. Meskipun terdengar rahasia, proses ini melibatkan delapan tahapan yang secara diam-diam dialami oleh setiap orang.

Melansir dari Geediting.com, perjalanan emosional ini, dari ketertarikan hingga kepastian, adalah maraton yang melelahkan bagi hati. Secara ilmiah, proses ini melibatkan banyak hormon yang memainkan peran dalam otak. Mari kita simak delapan tahapan tersebut.

1. Ketertarikan (Intrigue)

Semuanya dimulai dari titik ini, dengan getaran aneh di perut saat seseorang menarik perhatian Anda. Tiba-tiba, orang itu menjadi pusat perhatian yang misterius di antara kerumunan. Rasa ingin tahu tentangnya mulai tumbuh dan menjadi fondasi perasaan naksir yang akan datang.

2. Fantasi (Fantasy)

Setelah tertarik, Anda mulai membangun skenario ideal di kepala tentang hubungan dengannya. Anda akan membayangkan percakapan, kencan sempurna, atau momen romantis yang tidak pernah terjadi. Fantasi ini bertindak sebagai pelarian yang manis dari realitas.

3. Obsesi (Obsession)

Pada tahap ini, semua pikiran Anda akan terus tertuju padanya sepanjang hari. Anda mungkin mulai mempelajari media sosialnya atau mencari tahu segala hal tentangnya. Pikiran obsesif ini bisa mengganggu fokus Anda pada hal lain.

4. Penolakan (Denial)

Ini adalah fase di mana Anda mencoba meyakinkan diri bahwa Anda tidak menyukai orang tersebut lebih dari sekadar teman. Anda berupaya mengecilkan perasaan itu dan menganggapnya hanya kekaguman biasa. Meskipun ada kupu-kupu di perut, Anda memilih untuk menyangkal kebenaran.

5. Penerimaan (Acceptance)

Akhirnya, Anda berhenti melawan dan mengakui kebenaran tentang perasaan Anda. Ini terasa seperti menghirup udara segar setelah menahan napas terlalu lama di bawah air. Anda telah menerima bahwa orang ini memang telah mencuri perhatian Anda.

6. Ketakutan (Fear)

Setelah penerimaan, muncul ketakutan akan kemungkinan penolakan atau kerentanan. Anda khawatir tentang risiko mengungkapkan perasaan dan potensi rasa sakit yang menyertainya. Rasa takut ini sering kali menghambat Anda untuk mengambil langkah lebih lanjut.

7. Keberanian (Courage)

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore