
Ilustrasi dua orang berinteraksi, dengan satu pihak menunjukkan bahasa tubuh yang tidak sopan, menekankan pentingnya tata krama. (Freepik)
JawaPos.com - Melihat tata krama seseorang adalah cara cepat memahami latar belakang pendidikannya. Beberapa perilaku dapat secara jelas mengungkapkan kurangnya etiket dasar sejak kecil. Ini bukan tentang aturan kaku, melainkan tentang rasa hormat.
Kesopanan adalah hal mendasar dalam interaksi manusia yang harmonis. Melansir dari Geediting.com Kamis (17/10), ada sembilan perilaku yang menjadi penanda seseorang melewatkan pelajaran penting soal tata krama. Perilaku-perilaku ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidak belajar bahwa orang lain juga penting.
Berikut adalah sembilan perilaku yang menunjukkan seseorang tidak dibesarkan dengan sopan santun yang baik:
Selalu Memotong dan Memonopoli Pembicaraan
Orang seperti ini selalu menyela kalimat orang lain untuk memulai cerita mereka sendiri. Mereka memperlakukan diskusi sebagai monolog, hanya menunggu jeda agar mereka bisa masuk. Mereka tidak belajar bahwa percakapan adalah jalan dua arah yang saling menghargai.
Terus-menerus Melihat Ponsel Saat Berinteraksi Langsung
Perilaku ini, yang dikenal sebagai phubbing, menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap orang di depan mata. Mereka tidak memberikan perhatian penuh, padahal itu adalah tanda dasar dari penghormatan. Ini sama saja dengan mencari orang yang lebih menarik di bahu Anda.
Tidak Pernah Mengucapkan "Tolong" atau "Terima Kasih"
Mengucapkan dua kata sederhana ini adalah bentuk kesopanan manusia yang paling dasar. Orang yang tidak mengucapkan ini sering terlihat seperti memberikan perintah kepada pelayan. Mereka tidak menyadari pentingnya mengakui kebaikan orang lain.
Hanya Bicara Tentang Diri Sendiri Tanpa Minat pada Orang Lain
Mereka selalu berhasil mengubah topik pembicaraan menjadi kisah tentang diri mereka sendiri. Orang-orang ini disebut narsisis percakapan. Mereka tidak pernah mempelajari seni mengajukan pertanyaan lanjutan atau rasa ingin tahu tulus.
Mengunyah dengan Mulut Terbuka atau Bersuara Keras
Perilaku makan seperti ini menunjukkan kurangnya pertimbangan dasar terhadap kenyamanan orang lain. Tindakan ini secara tidak langsung mengatakan bahwa kepuasan pribadi lebih penting daripada kenyamanan bersama. Ini adalah pelajaran yang seharusnya dipahami sejak makan malam keluarga.
Tidak Membukakan Pintu atau Memberikan Keramahan Dasar
Mereka tidak melakukan tindakan kecil seperti menahan pintu atau menawarkan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan. Ini adalah tindakan kesadaran kecil yang menunjukkan "saya melihat Anda". Sikap ini menunjukkan mereka menganggap dirinya bukan satu-satunya orang penting di sana.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
