Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Oktober 2025, 02.50 WIB

Bukan Cuma Pancaindra, Penelitian Ungkap Otak Manusia Bisa Optimal dengan Tujuh Indra

Ilustrasi otak manusia dengan cahaya yang merepresentasikan aktivitas neuron, menggambarkan proses kerja memori dan indra. (Dok. pngtree) - Image

Ilustrasi otak manusia dengan cahaya yang merepresentasikan aktivitas neuron, menggambarkan proses kerja memori dan indra. (Dok. pngtree)

JawaPos.com – Selama ini, manusia mengenal lima indra utama: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mungkin saja otak manusia akan bekerja lebih baik bila memiliki tujuh indra.

Menurut laporan dari Skolkovo Institute of Science and Technology (Skoltech), tim peneliti di sana berhasil mengembangkan model matematis untuk memahami cara kerja memori.

Hasilnya, yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, menunjukkan bahwa kapasitas memori manusia bisa mencapai titik optimal ketika setiap konsep diingat berdasarkan tujuh “fitur” atau dimensi, bukan lima seperti yang selama ini diasosiasikan dengan pancaindra.

“Kesimpulan kami memang masih bersifat spekulatif jika diterapkan pada manusia. Namun siapa tahu, manusia di masa depan bisa saja berevolusi memiliki indra tambahan, seperti kemampuan merasakan medan magnet atau radiasi,” ujar Professor Nikolay Brilliantov, salah satu penulis studi tersebut.

“Yang menarik, ketika setiap konsep dalam memori digambarkan dalam tujuh ciri utama, jumlah objek yang bisa disimpan otak mencapai titik maksimum.”

Dari Pisang ke Ruang Konseptual

Penelitian ini melanjutkan tradisi ilmiah yang sudah dimulai sejak awal abad ke-20, yaitu dengan memodelkan unit dasar memori yang disebut engram. Engram merupakan kumpulan neuron di berbagai bagian otak yang aktif bersamaan ketika seseorang mempelajari atau mengingat sesuatu.

Setiap engram mewakili satu konsep yang digambarkan lewat sekumpulan ciri atau pengalaman sensorik. Misalnya, konsep tentang sebuah pisang mencakup bentuk dan warna (penglihatan), aroma (penciuman), rasa (perasa), serta tekstur (peraba). Dengan kata lain, di dalam “ruang konseptual” otak, pisang diwakili oleh lima dimensi yang sesuai dengan kelima indra tersebut.

Namun, model matematis yang dikembangkan oleh para peneliti menunjukkan hasil berbeda. Mereka menemukan bahwa kapasitas memori, yakni jumlah konsep berbeda yang bisa disimpan secara stabil akan mencapai titik puncak jika ruang konseptual tersebut memiliki tujuh dimensi.

Implikasi untuk Kecerdasan Buatan

Dikutip dari Science Daily, para peneliti menegaskan bahwa angka tujuh ini tidak bergantung pada detail model atau sifat rangsangan sensorik tertentu. Dengan kata lain, tujuh muncul sebagai angka yang “alami” dan konsisten dalam simulasi berbagai kondisi.

Meski masih jauh dari penerapan langsung pada manusia, temuan ini diyakini memiliki potensi besar untuk dunia robotika dan kecerdasan buatan (AI). Dengan memahami bagaimana otak mengoptimalkan penyimpanan informasi, para ilmuwan bisa merancang sistem AI yang mampu “berpikir” dan “mengingat” dengan cara yang lebih menyerupai manusia.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore