Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 22.06 WIB

10 Perubahan Sikap yang Menunjukkan Perasaan Pria Mulai Memudar, Menurut Psikologi

Ilustrasi perubahan sikap yang menurut psikologi, dapat menjadi pertanda bahwa perasaan seorang pria mulai berkurang. (Freepik) - Image

Ilustrasi perubahan sikap yang menurut psikologi, dapat menjadi pertanda bahwa perasaan seorang pria mulai berkurang. (Freepik)

JawaPos.Com - Sebuah hubungan yang indah sering dimulai dengan kehangatan, perhatian tanpa henti, dan janji-janji manis yang membuat dua orang merasa begitu dekat. Namun, seiring waktu, dinamika bisa berubah. 

Ada fase di mana sesuatu yang dulu penuh gairah menjadi terasa hambar, perhatian yang dulu melimpah mulai menipis, dan cinta yang dulu dibalut keintiman bertransformasi menjadi rutinitas. 

Psikologi hubungan sering menyoroti bahwa perubahan perasaan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan ditandai dengan sinyal-sinyal kecil yang muncul dalam keseharian.

Pria, meski tidak selalu ekspresif, sebenarnya meninggalkan jejak emosional melalui sikap dan perilaku mereka. 

Jika perasaan mereka mulai memudar, tanda-tandanya jarang diungkapkan dengan kata-kata langsung, melainkan hadir dalam interaksi sehari-hari, dari cara mereka merespons pesan, mengatur waktu, hingga bahasa tubuh yang tidak lagi sama. 

Menyadari tanda-tanda ini bukan berarti mencari-cari kesalahan, melainkan memahami dinamika relasi yang mungkin sedang bergeser.

Dilansir dari Geediting, inilah sepuluh perubahan sikap yang menurut psikologi, dapat menjadi pertanda bahwa perasaan seorang pria mulai berkurang.

1. Kehadirannya Hanya Sesekali

Awalnya, ia selalu berusaha hadir kapan pun Anda butuh, tetapi kini kehadirannya menjadi selektif. Ia memilih waktu yang menurutnya nyaman, dan di luar itu, ia tampak sulit dijangkau. 

Tidak selalu karena sibuk, melainkan karena prioritasnya sudah tidak lagi sama seperti dulu.

2. Obrolan Hanya Tentang Hal Teknis

Percakapan yang dulu penuh cerita dan tawa kini menyusut menjadi logistik semata: tentang jadwal, janji temu, atau sekadar “lagi di mana?”

Nuansa emosional dalam komunikasi hilang, seakan interaksi berubah menjadi formalitas belaka.

3. Kebutuhan Anda Dianggap Berlebihan

Jika sebelumnya ia dengan senang hati memenuhi kebutuhan emosional Anda, kini responnya berbeda. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore