Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 17.43 WIB

Kenali Perbedaan Purging, Breakout, dan Ketidakcocokan Skincare agar Kulit Wajah Tetap Sehat

Ilustrasi breakout pada wajah (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi breakout pada wajah (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Industri kecantikan tanah air terus menunjukkan perkembangan pesat. Berbagai produk perawatan kulit atau skincare kini semakin mudah ditemui, baik di platform media sosial maupun marketplace. Namun, di balik maraknya produk baru tersebut, masih banyak masyarakat yang bingung memahami tanda kulit cocok atau tidak cocok saat mencoba skincare tertentu.

Dilansir dari kanal YouTube dr.Kamilah Jaidi, MARS, Dipl. AAAM, Dokter kamila menjelaskan secara mendalam mengenai bagaimana cara mengetahui perbedaan antara purging, breakout, atau tanda ketidakcocokan ketika menggunakan produk skincare.

Menurut Dokter Kamila, hal utama yang harus diperhatikan adalah kandungan dalam skincare. Produk dengan bahan aktif seperti AHA, BHA, peeling serum, hingga turunan vitamin A biasanya memicu purging pada awal pemakaian. Reaksi ini lazim terjadi dalam kurun satu hingga delapan minggu, khususnya di area wajah yang memang sering ditumbuhi komedo.

Sebagai contoh, jika seseorang sering memiliki komedo di dahi lalu muncul jerawat di area tersebut setelah menggunakan serum eksfoliasi, kondisi ini masih dianggap wajar. Namun, apabila jerawat muncul secara tiba-tiba di area yang tidak pernah bermasalah, misalnya di pipi, dalam jumlah banyak dan berlangsung lebih dari delapan minggu, maka hal itu menandakan terjadinya breakout.

Selain jerawat, reaksi lain yang harus diwaspadai adalah kemerahan, kulit terasa panas, hingga sensasi terbakar. Jika kondisi ini terjadi setelah penggunaan produk eksfoliasi, bukan berarti kulit benar-benar tidak cocok, melainkan skin barrier atau lapisan pelindung kulit belum siap. Solusinya adalah menghentikan pemakaian sementara dan memperbaiki skin barrier dengan moisturizer, sabun pembersih lembut, serta sunscreen selama dua minggu.

Setelah kondisi kulit lebih stabil, pemakaian produk bisa dimulai kembali dengan prinsip dosis rendah, frekuensi jarang, dan waktu kontak singkat. Misalnya, jika sebelumnya menggunakan retinol 1% seminggu tiga kali, maka dapat diturunkan menjadi retinol 0,5% hanya sekali seminggu. Pendekatan ini membantu kulit beradaptasi secara bertahap.

Metode penggunaan dengan dosis rendah dinilai penting agar kulit tidak kaget. Dengan cara ini, reaksi berlebihan seperti iritasi, kemerahan, maupun jerawat parah dapat dihindari. Dokter menegaskan bahwa kesabaran dalam merawat kulit menjadi kunci utama keberhasilan.

Selain kandungan produk, pemilihan skincare juga harus disesuaikan dengan jenis kulit. Jika pemilik kulit berminyak menggunakan pelembab bertekstur terlalu kental, maka kemungkinan besar jerawat akan muncul. Sebaliknya, kulit kering lebih cocok dengan pelembab yang creamy untuk menjaga kelembabannya.

Kesalahan memilih produk seringkali terjadi karena masyarakat tergoda tren iklan dan rekomendasi di media sosial. Padahal, setiap individu memiliki kondisi kulit yang berbeda. Mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit justru bisa menimbulkan masalah baru.

Dokter Kamila juga menyampaikan bahwa banyak orang terburu-buru menyimpulkan produk tidak cocok. Padahal, yang sering terjadi adalah kulit belum siap atau salah memilih jenis skincare. Oleh karena itu, penting untuk memahami terlebih dahulu kebutuhan kulit sebelum memutuskan mencoba produk baru.

Dengan memahami perbedaan purging, breakout, dan reaksi kulit, diharapkan masyarakat tidak lagi salah dalam memahami. Pesan utamanya, merawat kulit bukanlah sekadar mengikuti tren ataupun fomo di media sosial, melainkan membutuhkan kesabaran, pengetahuan, serta pemilihan produk yang tepat. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore