Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 22.45 WIB

5 Langkah Bijak Mengatasi Toxic Friendship Tanpa Drama dan Rasa Bersalah

Ilustrasi toxic friendship (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi toxic friendship (Dok. Freepik)

JawaPos.comToxic friendship atau pertemanan yang tidak sehat menjadi isu yang sering dialami banyak orang tanpa mereka sadari. Hubungan yang awalnya terasa dekat bisa berubah menjadi beban emosional ketika teman mulai merendahkan, membandingkan, hingga membuat kita merasa tidak berharga.

Melansir dari laman Halodoc, toxic friendship bukan hanya membuat stres, tetapi juga bisa menurunkan rasa percaya diri hingga memengaruhi kesehatan mental. Pentingnya langkah-langkah yang harus diambil agar hubungan tidak semakin merugikan diri sendiri.

Cara Mengatasi Toxic Friendship

1. Kenali tanda-tanda toxic friendship

Sejak awal hal ini harus dilakukan agar kamu tidak terlambat menyadari dampak buruknya. Tanda ini bisa berupa teman yang sulit dipercaya, sering merendahkan, hingga tidak menghargai batasan personal.

2. Berani membatasi interaksi dengan teman yang toxic

Misalnya dengan mengurangi pertemuan atau membatasi kontak di media sosial. Menjaga jarak akan membantu kamu memiliki ruang emosional untuk pulih.

3. Komunikasikan perasaan dengan jujur tanpa menyalahkan

Gunakan kalimat seperti "aku merasa…" agar tidak menimbulkan konflik baru. Berbicara secara terbuka adalah langkah awal memperbaiki hubungan.

4. Praktikkan self-love dan mindfulness

Langkah ini harus diambil supaya kamu lebih sadar dengan kebutuhan diri sendiri. Dengan mencintai diri dan melatih kesadaran, kamu bisa lebih kuat menolak perlakuan yang merugikan.

5. Cari dukungan dari orang terdekat atau profesional

Jika beban emosional terasa berat. Berbicara dengan keluarga, sahabat lain, atau psikolog akan membuatmu lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

Menghadapi toxic friendship bukanlah perkara mudah karena seringkali kita terjebak dalam ikatan emosional yang membuat ragu untuk menjauh. Namun, penting diingat bahwa menjauh dari hubungan yang tidak sehat bukan kegagalan, melainkan keberanian untuk menjaga diri.

Universitas Negeri Surabaya pada lamannya menegaskan bahwa melepaskan teman yang toxic adalah bentuk penghargaan terhadap kesehatan mental kita. Hal ini justru menjadi langkah bijak agar kita bisa berkembang di lingkungan yang lebih suportif.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore