
Ilustrasi toxic friendship (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Toxic friendship atau pertemanan yang tidak sehat menjadi isu yang sering dialami banyak orang tanpa mereka sadari. Hubungan yang awalnya terasa dekat bisa berubah menjadi beban emosional ketika teman mulai merendahkan, membandingkan, hingga membuat kita merasa tidak berharga.
Melansir dari laman Halodoc, toxic friendship bukan hanya membuat stres, tetapi juga bisa menurunkan rasa percaya diri hingga memengaruhi kesehatan mental. Pentingnya langkah-langkah yang harus diambil agar hubungan tidak semakin merugikan diri sendiri.
Cara Mengatasi Toxic Friendship
1. Kenali tanda-tanda toxic friendship
Sejak awal hal ini harus dilakukan agar kamu tidak terlambat menyadari dampak buruknya. Tanda ini bisa berupa teman yang sulit dipercaya, sering merendahkan, hingga tidak menghargai batasan personal.
2. Berani membatasi interaksi dengan teman yang toxic
Misalnya dengan mengurangi pertemuan atau membatasi kontak di media sosial. Menjaga jarak akan membantu kamu memiliki ruang emosional untuk pulih.
3. Komunikasikan perasaan dengan jujur tanpa menyalahkan
Gunakan kalimat seperti "aku merasa…" agar tidak menimbulkan konflik baru. Berbicara secara terbuka adalah langkah awal memperbaiki hubungan.
4. Praktikkan self-love dan mindfulness
Langkah ini harus diambil supaya kamu lebih sadar dengan kebutuhan diri sendiri. Dengan mencintai diri dan melatih kesadaran, kamu bisa lebih kuat menolak perlakuan yang merugikan.
5. Cari dukungan dari orang terdekat atau profesional
Jika beban emosional terasa berat. Berbicara dengan keluarga, sahabat lain, atau psikolog akan membuatmu lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.
Menghadapi toxic friendship bukanlah perkara mudah karena seringkali kita terjebak dalam ikatan emosional yang membuat ragu untuk menjauh. Namun, penting diingat bahwa menjauh dari hubungan yang tidak sehat bukan kegagalan, melainkan keberanian untuk menjaga diri.
Universitas Negeri Surabaya pada lamannya menegaskan bahwa melepaskan teman yang toxic adalah bentuk penghargaan terhadap kesehatan mental kita. Hal ini justru menjadi langkah bijak agar kita bisa berkembang di lingkungan yang lebih suportif.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
