Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 04.04 WIB

Kurang Tidur Bikin Emosi Tidak Stabil: Begadang Bisa Picu Stres, Mudah Marah, dan Risiko Depresi Sehari-hari

Ilustrasi orang kurang tidur

JawaPos.com – Banyak orang meremehkan pentingnya tidur dengan alasan pekerjaan, hiburan, atau sekadar menunda waktu istirahat. Padahal, kurang tidur memiliki dampak serius terhadap kestabilan emosi dan kesehatan mental seseorang. Fenomena ini semakin relevan di era modern, ketika gaya hidup cepat sering kali mengorbankan kualitas tidur.

Menurut dr. Adi Badri melalui kontennya di TikTok @adibadri.dr, tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses biologis penting untuk memulihkan energi otak. Kurang tidur membuat otak bekerja tidak optimal, sehingga seseorang lebih mudah marah, gelisah, atau bahkan mengalami ledakan emosi kecil.

Konten serupa dibagikan akun @lunasihutangtidur. Ia menekankan bahwa utang tidur yang menumpuk dapat memperburuk suasana hati. Tubuh yang tidak mendapat istirahat cukup akan lebih rentan terhadap stres, sulit berkonsentrasi, hingga memengaruhi kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, produktivitas sehari-hari menurun dan hubungan sosial ikut terdampak.

Dari sisi medis, dr. Erta P.W. SpJP, FIHA, menjelaskan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat memicu ketidakseimbangan hormon.

Hormon stres seperti kortisol meningkat, sementara produksi hormon bahagia seperti serotonin menurun. Kondisi ini menjelaskan mengapa orang yang sering begadang cenderung lebih emosional, mudah tersinggung, bahkan berisiko mengalami depresi.

Sementara itu, kreator konten kesehatan @gwenwinarno menyebut kurang tidur berulang juga berdampak pada cara otak memproses emosi. Bagian otak bernama amigdala, yang berperan mengatur reaksi emosional, menjadi lebih aktif ketika tubuh kekurangan tidur. Akibatnya, respon emosional seseorang bisa berlebihan terhadap hal-hal kecil.

Mengapa Kurang Tidur Memengaruhi Emosi?

Tidur berkualitas berfungsi untuk “merapikan” emosi yang dialami sepanjang hari. Saat tidur, otak melakukan proses konsolidasi memori, mengatur ulang hormon, serta memperbaiki sel-sel tubuh. Jika proses ini terhambat, emosi menjadi lebih sulit dikendalikan.

Secara psikologis, kurang tidur menurunkan daya tahan mental. Seseorang lebih mudah merasa kewalahan menghadapi tekanan, sehingga stres kecil pun bisa terasa berlebihan. Fenomena ini sering terlihat pada pekerja kantoran atau mahasiswa yang terbiasa begadang demi tugas.

Dampak Jangka Panjang

Jika dibiarkan, kurang tidur bisa memicu berbagai dampak serius pada kestabilan emosi, di antaranya:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore