Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 04.47 WIB

Tidak Hanya Kurang Tidur, Penelitian Terbaru Ungkap Pola Tidur Tak Teratur Dapat Picu Penyakit Berbahaya

Ilustrasi pola tidur tak teratur karena pekerjaan. (Freepik).

JawaPos.com - Tidur tidak teratur dapat berdampak lebih berbahaya dari yang Anda kira. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa pola tidur yang buruk berisiko meningkatkan lebih dari 170 penyakit, termasuk penyakit kronis yang mengancam jiwa

Selama ini, banyak orang hanya berfokus pada durasi tidur. Padahal, menurut penelitian terbaru, keteraturan tidur justru memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Lamanya durasi tidur saja tidak cukup, ritme tidur yang konsisten setiap hari terbukti jauh lebih penting untuk mencegah penyakit kronis.

Dilansir dari Fox News (30/7), sebuah studi besar yang dipimpin oleh tim peneliti dari Peking University dan Army Medical University di Tiongkok menemukan bahwa tidur tidak teratur dapat meningkatkan risiko terhadap 172 penyakit.

Penelitian ini menganalisis data hampir 88.500 orang dewasa dari UK Biobank selama periode hampir 7 tahun.

Para peneliti mempelajari berbagai aspek tidur, mulai dari durasi malam hari, waktu mulai tidur, ritme tidur, hingga fragmentasi atau gangguan tidur. Hasilnya mencengangkan, sekitar 20% risiko 92 penyakit, seperti Parkinson dan gagal ginjal akut berkaitan dengan pola tidur buruk.

Sebanyak 42 penyakit lain, termasuk gangrene dan sirosis hati, menunjukkan risiko dua kali lipat lebih tinggi.

Sementara itu, 122 penyakit seperti diabetes tipe 2, inkontinensia urin, dan gagal napas mengalami peningkatan risiko hingga 1,5 kali lipat.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Health Data Science ini juga menunjukkan bahwa peradangan kronis dan gangguan pada ritme sirkadian kemungkinan menjadi penghubung antara tidur tidak teratur dan berbagai penyakit.

Menurut Prof. Shengfeng Wang, penulis utama studi tersebut, penting untuk memperluas definisi tidur sehat, tidak hanya soal berapa lamanya, tetapi juga konsistensi waktunya.

Pakar tidur dari University of South Florida, Ashley Curtis, PhD, menambahkan bahwa pengukuran tidur yang objektif lewat perangkat wearable lebih akurat dibandingkan laporan tidur secara subjektif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore