ilustrasi seorang perempuan mendengarkan musik
JawaPos.com – Siapa yang tidak suka musik? Dari bangun tidur hingga sebelum tidur lagi, hampir semua orang mendengarkan musik dalam kesehariannya.
Namun, tahukah Anda bahwa musik bukan hanya sekadar hiburan?
Sejumlah penelitian dan praktisi kesehatan mental menunjukkan bahwa musik dapat digunakan sebagai metode terapi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental, emosi, hingga konsentrasi.
Baca Juga: Mini Album Rich Man aespa Hadirkan Keberanian, Kepercayaan Diri hingga Pesan Musik Inspiratif
Apa itu terapi musik?
Terapi musik adalah pendekatan yang menggunakan unsur musik, seperti ritme, nada, melodi, hingga lirik untuk membantu seseorang mengelola stres, kecemasan, trauma, bahkan gangguan tidur. Dalam sebuah video di TikTok, kreator @allanfadlansyah menjelaskan bahwa musik bisa menjadi “jalan pintas” otak untuk menenangkan diri. Menurutnya, mendengarkan musik yang sesuai kebutuhan emosi dapat memicu pelepasan hormon dopamin, yang membuat seseorang merasa lebih bahagia dan rileks.
Mengapa musik bisa jadi terapi?
Dari sisi psikologi, musik bekerja langsung pada sistem limbik, bagian otak yang mengatur emosi. Hal ini dijelaskan pula oleh @judithyapitana di TikTok, yang menekankan bahwa musik mampu memengaruhi mood seseorang hanya dalam hitungan menit. Misalnya, musik dengan tempo cepat bisa membuat lebih bersemangat, sementara musik instrumental dengan ritme lambat membantu menurunkan tingkat stres.
Hal senada juga dibahas dalam kanal YouTube The Johannes Oentoro Library. Dalam salah satu unggahan, dijelaskan bahwa musik memiliki efek neuroplastisitas, yakni kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi. Mendengarkan musik tertentu secara konsisten bahkan dapat memperkuat area otak yang berhubungan dengan memori dan konsentrasi.
Kapan musik bisa digunakan sebagai terapi?
Terapi musik bisa digunakan dalam berbagai kondisi. Menurut konten dari @sensehypno, musik sering dipakai untuk membantu orang dengan masalah kecemasan, gangguan tidur, bahkan saat menghadapi trauma emosional. Musik diputar dengan teknik tertentu agar otak masuk ke gelombang rileks, mirip seperti saat meditasi.
Selain untuk kesehatan mental, musik juga bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas. Banyak orang menggunakan white noise atau musik instrumental ketika belajar atau bekerja, agar lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
