Kebiasaan kecil seperti pernapasan dalam, journaling, tidur cukup, hingga membatasi media sosial efektif menurunkan stres sehari-hari dan menjaga kesehatan mental tetap seimbang
JawaPos.com – Siapa yang tidak pernah merasa stres? Aktivitas padat, tekanan pekerjaan, hingga masalah pribadi kerap memicu stres yang sulit dikendalikan.
Meski begitu, menurut psikolog, stres tidak selalu harus ditangani dengan langkah besar. Ada kebiasaan kecil yang, bila dilakukan konsisten, mampu membuat pikiran lebih rileks dan tubuh lebih tenang.
Dalam sebuah konten di TikTok, akun @sundarindah membagikan tips sederhana untuk menurunkan stres, salah satunya dengan melatih pernapasan dalam.
Tarikan napas yang panjang dan teratur membantu tubuh mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yang berfungsi menenangkan pikiran. Menurutnya, lima menit latihan pernapasan setiap hari sudah cukup membuat perasaan lebih ringan.
Selain itu, @sundarindah juga menekankan pentingnya bersyukur. Menuliskan tiga hal kecil yang disyukuri setiap hari dapat meningkatkan mood sekaligus menurunkan rasa tertekan. Kebiasaan ini bukan hanya membantu otak fokus pada hal positif, tetapi juga membangun daya tahan mental.
Konten lain dari akun @unmasking.human menjelaskan bahwa melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki sebentar atau sekadar keluar rumah melihat pepohonan, juga efektif mengurangi stres. Lingkungan terbuka membantu otak beristirahat sejenak dari beban kerja yang menumpuk.
Baca Juga: 7 Fakta Hubungan Stres dengan Penyakit Autoimun yang Menunjukkan Risiko Kesehatan Lebih Tinggi
Bahkan, penelitian yang diulas kanal Psych2Go di YouTube menyebutkan bahwa paparan alam dapat menurunkan kadar kortisol—hormon yang berhubungan langsung dengan stres.
Tak hanya itu, kebiasaan sederhana seperti mendengarkan musik, journaling, hingga menjaga kualitas tidur menjadi kunci lain dalam mengelola stres. Akun @sundarindah dalam konten berbeda juga mengingatkan bahwa tidur cukup bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan utama bagi kesehatan mental. Tanpa tidur yang baik, emosi cenderung lebih labil dan stres mudah meningkat.
Lalu, mengapa kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar? Pakar psikologi menjelaskan bahwa otak manusia merespons aktivitas sederhana sebagai sinyal “aman.” Misalnya, dengan bernapas teratur atau menuliskan hal-hal positif, otak merasa memiliki kendali atas situasi. Perasaan terkontrol inilah yang membuat stres berkurang.
Cara ini juga lebih mudah diterapkan karena tidak membutuhkan biaya besar atau perubahan drastis. Dengan begitu, siapa pun bisa melakukannya kapan saja, baik di tengah kesibukan kantor maupun setelah aktivitas sekolah.
Namun, penting dipahami bahwa kebiasaan kecil ini bukan berarti solusi instan. Diperlukan konsistensi agar hasilnya terasa signifikan. Mulailah dari langkah sederhana, seperti menyisihkan lima menit untuk latihan pernapasan atau menulis satu hal yang disyukuri sebelum tidur. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat menjadi pondasi kuat untuk kesehatan mental yang lebih stabil.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
