
Mimpi bertemu orang yang kita kenal sering memunculkan mitos, namun secara fakta psikologis ini punya penjelasan.
JawaPos.com – Mimpi sering disebut sebagai bunga tidur, tetapi penelitian terbaru menunjukkan mimpi memiliki peran penting dalam memori dan pembentukan emosi. Tak jarang kita bertanya, mengapa ada mimpi yang mudah diingat, sementara sebagian lain langsung hilang begitu terbangun?
Fenomena ini menarik perhatian banyak peneliti psikologi dan ilmu saraf. Jawabannya ternyata berkaitan dengan cara otak bekerja saat tidur, khususnya dalam mengatur ingatan dan emosi.
Menurut Narotama University (2023), mimpi sulit diingat karena otak manusia bekerja berbeda ketika tidur dibandingkan saat terjaga. Pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), aktivitas otak meningkat dan memunculkan gambaran mimpi. Namun, bagian otak yang berfungsi menyimpan memori jangka panjang tidak selalu aktif, sehingga banyak mimpi yang tidak terekam dengan jelas.
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information (PMC, 2016) menyebutkan bahwa mimpi adalah proses kognitif yang melibatkan ingatan, emosi, hingga pengalaman yang sudah lewat. Otak menggunakan mimpi sebagai "ruang simulasi" untuk mengolah informasi, bahkan mengantisipasi masalah di masa depan.
Hubungan Mimpi dengan Ingatan
Studi dari University of California (2022) menemukan bahwa mimpi berperan dalam konsolidasi memori, yakni proses ketika otak menyimpan informasi dari pengalaman sehari-hari ke dalam memori jangka panjang. Saat tidur, terutama dalam fase REM, otak memperkuat jaringan memori, sehingga informasi lebih mudah diingat keesokan harinya.
Artikel di jurnal Sleep (Oxford University Press, 2023) juga menegaskan bahwa mimpi membantu menghubungkan ingatan lama dengan informasi baru. Misalnya, seseorang yang sedang belajar menghadapi ujian bisa mengalami mimpi tentang materi pelajaran. Hal ini menunjukkan otak sedang "berlatih ulang" untuk memperkuat memori.
Apa Kaitannya Mimpi dengan Emosi?
Selain ingatan, mimpi juga berperan penting dalam pengaturan emosi. Menurut PMC (2017), mimpi membantu otak memproses perasaan yang tidak selesai saat terjaga, seperti kecemasan, ketakutan, atau bahkan kebahagiaan. Dengan kata lain, mimpi adalah “laboratorium psikologis” tempat otak mencoba menenangkan konflik batin.
Otak menyimpan pengalaman emosional di alam bawah sadar, lalu memunculkannya dalam bentuk mimpi. Misalnya, seseorang yang sedang stres karena pekerjaan bisa bermimpi dikejar-kejar, sementara orang yang sedang bahagia mungkin bermimpi hal-hal menyenangkan.
Mengapa Ada Mimpi yang Terlihat Nyata?
Penelitian dari PMC (2016) mengungkapkan bahwa mimpi yang disertai emosi kuat lebih mudah diingat dibanding mimpi yang biasa saja. Hal ini karena emosi merangsang amigdala, bagian otak yang berperan dalam mengatur perasaan dan memori emosional.
Itulah sebabnya mimpi buruk atau mimpi indah dengan emosi intens biasanya bertahan lebih lama dalam ingatan. Sementara mimpi netral cenderung cepat menghilang begitu kita bangun tidur.
Manfaat Mimpi bagi Kehidupan Sehari-hari
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022