
Ilustrasi mitos fakta seputar olahraga yang perlu diketahui agar tidak salah paham lagi.
JawaPos.com - Ada sejumlah mitos seputar olahraga yang dipercaya banyak orang. Mitos itu tak jarang membuat orang enggan untuk berolahraga, padahal sebetulnya keliru.
Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari menjaga berat badan ideal, mengurangi risiko penyakit jantung, memperkuat tulang dan otot, hingga berpeluang untuk hidup lebih lama.
Kalau kamu termasuk orang yang percaya beberapa mitos, seperti lemak dibakar lebih banyak jika berolahraga sebelum sarapan dan pagi adalah waktu ideal untuk olahraga. Simak uraian di bawah ini.
Mitos dan Fakta Olahraga
Dilansir Center for Science in the Public Interest dan Heart and Stroke Foundation of Canada, berikut sejumlah mitos olahraga dan fakta di baliknya:
Baca Juga: Tips Memulai Hidup Sehat dengan Olahraga dari The New L-Men of The Year 2025: Cari Motivasimu, Mulai yang Disukai
1. Mitos: Olahraga Sebelum Sarapan Membakar Lebih Banyak Lemak
Fakta: Baik olahraga sebelum atau sesudah makan, keduanya tidak membuktikan pembakaran lemak dalam jumlah yang berbeda.
Meski klaim lemak tubuh akan terbakar lebih banyak jika berolahraga sebelum sarapan memang berdasar, tapi menurut Brad Schoenfeld, profesor ilmu olahraga di Lehman College, teori tersebut terlalu sempit.
Glikogen, karbohidrat yang tersimpan di otot dan hati, hanya terpakai sedikit jika kamu tidak makan terlebih dahulu sebelum berolahraga. Alhasil tubuh akan menggunakan lebih banyak lemak, sebagai bahan bakar, selama olahraga.
Namun, studi yang meneliti apakah berolahraga sebelum atau sesudah makan menyebabkan pembakaran lemak lebih besar, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Berdasarkan pengujian Schoenfeld pada sekelompok perempuan yang minum shake 250 kalori sebelum berlari di atas treadmill selama satu jam dalam tiga kali seminggu dan kelompok lainnya minum sesudah berolahraga pun memperlihatkan lemak tubuh hilang dalam jumlah sama di antara kedua kelompok.
Baca Juga: Manfaat Olahraga untuk Psikologi dan Mental: Dari Lawan Stres hingga Meningkatkan Rasa Percaya Diri
2. Mitos: Banyak Berkeringat Menandakan Olahraga Bekerja Efektif
Fakta: Seberapa banyak keringat yang dihasilkan tidak hanya bergantung pada seberapa keras kamu berolahraga, tetapi kondisi cuaca juga berpengaruh.
Saat cuaca panas dan lembap, berjalan santai atau bahkan duduk saja dapat mengeluarkan banyak berkeringat. Kamu bisa tidak berkeringat saat berolahraga di cuaca yang dingin dan sejuk.
Berkeringat hanyalah salah satu cara tubuh mendinginkan diri. Saat keringat menguap, panas diserap secara bersamaan sehingga suhu tubuh menurun dan kembali stabil.
3. Mitos: Pagi Hari adalah Waktu Terbaik Berolahraga
Fakta: Hanya ada sedikit bukti yang mengungkap pagi adalah waktu yang ideal untuk berolahraga.
Menurut Scott Lear, dokter jantung dan peneliti di St. Paul Hospital Vancouver, waktu terbaik olahraga adalah waktu saat kamu kemungkinan besar akan berolahraga pada di kala tersebut.
Sejatinya, waktu berolahraga dapat memberikan efek berbeda karena setiap orang memiliki jam biologis masing-masing dalam mengatur fungsi tubuhnya.
Namun, seiring berjalannya hari, suhu tubuh meningkat sehingga kontraksi otot akan lebih kuat, efisiensi olahraga lebih tinggi, bahkan performanya menjadi lebih baik.
4. Mitos: Olahraga Butuh Waktu Lama
Fakta: Aktivitas fisik minimal 20-30 menit sudah cukup untuk meningkatkan detak jantung dan pernapasan. Olahraga juga dapat dibagi menjadi beberapa sesi dalam sehari, misal pagi dan sore atau waktu lain sebisanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan berolahraga minimal 150-300 menit per minggu dengan intensitas sedang atau 75-150 menit per minggu dengan intensitas tinggi.
Berolahraga minimal 75 menit per minggu sendiri dapat memperpanjang hidup 1,8 tahun lebih lama, menurut penelitian 2012 yang dipublikasi PLOS Medicine Journal.
5. Mitos: Olahraga Harus di Gym
Fakta: Gym bukan satu-satunya tempat untuk berolahraga. Rumah, pekarangan, lingkungan sekitar, lapangan, hingga GOR bisa menjadi tempat olahraga.
Olahraga paling sederhana adalah berjalan kaki dan kamu dapat melakukannya di mana saja tanpa peralatan khusus. Bahkan kamu bisa workout di rumah dengan mengikuti gerakan dari video-video yang dibagikan melalui media sosial.
6. Mitos: Angkat Beban Membuat Otot Wanita Membesar
Fakta: Wanita tidak memiliki banyak testosteron, hormon kunci pertumbuhan otot, sehingga kemungkinannya kecil untuk mendapatkan massa otot signifikan.
Membentuk otot pun butuh kerja keras dan konsisten dalam waktu lama. Tidak mungkin mendapatkan bahu kencang dan paha kuat tanpa berlatih.
Jika seseorang dapat membentuk otot dengan mudah dan ia tidak menyukai itu, ia juga bisa kehilangannya dengan gampang.
Sebaiknya pertahankan otot jika sudah terbentuk karena memiliki banyak manfaat. Risiko jatuh yang lebih rendah, kontrol gula darah lebih baik, bahkan bisa hidup lebih lama.
Angkat beban bukan satu-satunya cara membangun otot. Bisa lakukan pilates, barre, atau resistance band.
7. Mitos: Tidak Masalah Makan Apa Pun Selagi Berolahraga
Fakta: Kamu yang berolahraga teratur tapi mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tetap akan mengalami kenaikan berat badan, mengutip World Cancer Research Fund.
Jika memakan 2 batang cokelat dengan 166 kalori maka kamu perlu berjalan sekitar 35 menit untuk membakar energi yang dihasilkannya.
Itu artinya, kamu tidak bisa menjalankan pola makan buruk dan membakar kalorinya sesuka hati dengan berolahraga.
