
Sekelompok teman yang sedang tertawa bersama, menunjukkan hasil dari upaya satu orang dalam membuat rencana pertemuan. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam setiap kelompok pertemanan, pasti ada satu individu yang selalu menjadi motor penggerak. Dialah yang mengirim undangan, memesan tempat, dan memastikan semua rencana berjalan lancar. Sementara itu, teman-teman lain hanya perlu datang.
Peran ini seringkali menimbulkan rasa lelah. Melansir dari Geediting.com Minggu (3/8), ada beberapa alasan di balik fenomena ini. Dinamika ini terbentuk karena perilaku yang berbeda di antara para teman.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda selalu menjadi "teman perencana":
Karena Pernah Sukses Merencanakan Sesuatu
Satu di antara alasannya adalah karena Anda pernah berhasil merencanakan satu acara. Keberhasilan itu menjadikan Anda koordinator logistik kelompok secara default. Kompetensi yang ditunjukkan itulah yang menjadi awal mulanya.
Menolak Persahabatan Pudar
Anda tidak ingin melihat persahabatan memudar dan hanyut dalam kata "suatu hari nanti." Anda tahu bahwa hubungan perlu dijaga dengan tindakan nyata. Itulah mengapa Anda mengambil inisiatif untuk menyusun rencana.
Belajar untuk Tidak Menunggu Undangan
Anda telah belajar untuk tidak menunggu orang lain memulai. Mereka yang selalu merencanakan paham bahwa inisiatif harus datang dari diri sendiri. Mereka tidak menunggu untuk diundang.
Membutuhkan Rencana yang Pasti
Anda memiliki "alergi" terhadap frasa-frasa seperti "santai saja" atau "kita lihat nanti." Frasa ini adalah tanda peringatan bahwa rencana tidak akan pernah terjadi. Anda membutuhkan kepastian akan tanggal, waktu, dan lokasi.
Prioritas Koneksi Sosial Berbeda
Perbedaan fundamental antara perencana dan bukan perencana terletak pada bagaimana mereka memprioritaskan koneksi sosial. Anda bersedia meluangkan waktu khusus untuk persahabatan. Sementara itu, non-perencana cenderung bersosialisasi saat jadwalnya kebetulan cocok atau saat tidak ada hal lain yang mendesak.
Memahami Makna di Balik Perencanaan
