Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 03.49 WIB

Cara Mengurangi Risiko Depresi Akibat Media Sosial pada Remaja Berdasarkan Fakta dan Temuan Ilmiah

Ilustrasi depresi akibat media sosial pada remaja (Freepik)


JawaPos.com – Penggunaan media sosial yang berlebihan memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko depresi terutama pada remaja.

Media sosial merupakan platform digital interaktif yang memungkinkan penggunanya saling berbagi informasi secara daring.

Berikut memahami kaitan media sosial dengan depresi remaja membantu mencegah dampak emosional negatif sejak dini dilansir dari laman Social Media Victims, Kamis (31/7):


1. Waktu Penggunaan Berlebihan

Durasi penggunaan media sosial lebih dari 3 jam per hari telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan tidur. Studi dalam BMJ Journal menunjukkan bahwa remaja yang aktif di media sosial cenderung tidur lebih larut dan kurang nyenyak.

Pola tidur tidak teratur dapat mempengaruhi kestabilan emosi dan produktivitas. Konsistensi waktu tidur memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental.

2. Dampak pada Citra Tubuh

Paparan konten idealisasi fisik meningkatkan tekanan sosial terutama pada remaja wanita. Data internal dari perusahaan teknologi menunjukkan bahwa 32% remaja wanita merasa citra tubuh mereka memburuk karena media sosial.

Perbandingan diri dengan standar tidak realistis dapat menurunkan rasa percaya diri. Gangguan citra tubuh berkaitan langsung dengan risiko depresi.

3. Risiko Isolasi Sosial

Aktivitas daring berlebihan bisa mengurangi interaksi sosial nyata dan menciptakan kesepian. Remaja yang menghabiskan banyak waktu daring cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Isolasi jangka panjang berisiko memperburuk suasana hati dan menyebabkan stres kronis. Relasi sosial langsung penting untuk membangun stabilitas emosional.

4. Gangguan Gaya Hidup Sehat

Kecanduan media sosial menggeser prioritas dari aktivitas fisik ke layar digital. Remaja yang jarang berolahraga lebih berisiko mengalami gangguan emosional.

Harvard Medical School menegaskan bahwa olahraga rutin dapat meningkatkan daya pikir dan suasana hati. Aktivitas fisik terbukti menjadi faktor protektif terhadap gejala depresi.

5. Kecenderungan Perilaku Impulsif

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore