Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 03.47 WIB

Cara Menghindari Kecemasan Akibat Media Sosial pada Remaja Berdasarkan Studi dan Pendapat Para Ahli

Ilustrasi kecemasan akibat media sosial pada remaja (Freepik)


JawaPos.com – Penggunaan media sosial yang terus meningkat di kalangan remaja berhubungan erat dengan munculnya gangguan kecemasan.

Media sosial merupakan platform daring yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi, foto, dan interaksi sosial secara virtual.

Mengetahui dampak media sosial terhadap kecemasan remaja membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.

Berikut cara menghindari kecemasan akibat media sosial pada remaja berdasarkan studi dan pendapat para ahli dilansir dari laman Social Media Victims, Kamis (31/7):

1. Identitas Diri Terbentuk Daring

Remaja yang aktif menggunakan media sosial cenderung mengembangkan citra diri berdasarkan tanggapan dari pengguna lain. Validasi dari komentar atau likes bisa memperkuat identitas digital yang mereka bangun.

Identitas tersebut kemudian terbawa ke dunia nyata dan mempengaruhi perilaku serta cara berpikir. Jika tanggapan yang diterima negatif, maka harga diri dan perasaan percaya diri bisa terganggu.

2. Kecanduan Sebabkan Stres

Kebiasaan memeriksa media sosial secara berulang berpotensi menimbulkan kecanduan. Aktivitas ini memicu pelepasan dopamin, zat kimia otak yang memberikan rasa senang, sehingga membuat remaja sulit berhenti mengaksesnya.

Saat berhenti tiba-tiba, muncul gejala seperti kegelisahan dan perasaan tidak nyaman. Pola ini secara bertahap dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan.

3. Perundungan Memperburuk Kondisi Mental

Perundungan digital sulit dikenali dan sering tidak terlihat oleh orang dewasa di sekitar remaja. Tekanan sosial dalam bentuk komentar negatif atau ejekan bisa memicu kecemasan, rasa malu, hingga keinginan menarik diri dari lingkungan.

Anak usia 11 hingga 13 tahun, terutama wanita, lebih rentan mengalami gangguan kecemasan akibat perundungan daring. Dampaknya tidak hanya pada emosi, tetapi juga pada fisik dan konsentrasi belajar.

4. Perbandingan Sosial Picu Krisis Harga Diri

Media sosial menghadirkan potret kehidupan orang lain yang tampak sempurna dan penuh kebahagiaan. Remaja yang belum memiliki harga diri stabil cenderung membandingkan diri dengan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore