Ilustrasi kecemasan akibat media sosial pada remaja (Freepik)
JawaPos.com – Penggunaan media sosial yang terus meningkat di kalangan remaja berhubungan erat dengan munculnya gangguan kecemasan.
Media sosial merupakan platform daring yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi, foto, dan interaksi sosial secara virtual.
Mengetahui dampak media sosial terhadap kecemasan remaja membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.
Berikut cara menghindari kecemasan akibat media sosial pada remaja berdasarkan studi dan pendapat para ahli dilansir dari laman Social Media Victims, Kamis (31/7):
1. Identitas Diri Terbentuk Daring
Remaja yang aktif menggunakan media sosial cenderung mengembangkan citra diri berdasarkan tanggapan dari pengguna lain. Validasi dari komentar atau likes bisa memperkuat identitas digital yang mereka bangun.
Identitas tersebut kemudian terbawa ke dunia nyata dan mempengaruhi perilaku serta cara berpikir. Jika tanggapan yang diterima negatif, maka harga diri dan perasaan percaya diri bisa terganggu.
2. Kecanduan Sebabkan Stres
Kebiasaan memeriksa media sosial secara berulang berpotensi menimbulkan kecanduan. Aktivitas ini memicu pelepasan dopamin, zat kimia otak yang memberikan rasa senang, sehingga membuat remaja sulit berhenti mengaksesnya.
Saat berhenti tiba-tiba, muncul gejala seperti kegelisahan dan perasaan tidak nyaman. Pola ini secara bertahap dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan.
3. Perundungan Memperburuk Kondisi Mental
Perundungan digital sulit dikenali dan sering tidak terlihat oleh orang dewasa di sekitar remaja. Tekanan sosial dalam bentuk komentar negatif atau ejekan bisa memicu kecemasan, rasa malu, hingga keinginan menarik diri dari lingkungan.
Anak usia 11 hingga 13 tahun, terutama wanita, lebih rentan mengalami gangguan kecemasan akibat perundungan daring. Dampaknya tidak hanya pada emosi, tetapi juga pada fisik dan konsentrasi belajar.
4. Perbandingan Sosial Picu Krisis Harga Diri
Media sosial menghadirkan potret kehidupan orang lain yang tampak sempurna dan penuh kebahagiaan. Remaja yang belum memiliki harga diri stabil cenderung membandingkan diri dengan orang lain.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
