Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 18.43 WIB

Jika Anak Selalu Makan Malam Bersama Keluarga Tiba-tiba Membawa Piringnya ke Kamar, Mereka Biasanya Sedang Mengalami 6 Pergeseran Perkembangan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membawa makan ke kamar (Freepik/dragonimages) - Image

seseorang yang membawa makan ke kamar (Freepik/dragonimages)



JawaPos.com - Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari sering kali menyimpan makna psikologis yang besar. Salah satu contoh yang sering membuat orang tua bertanya-tanya adalah ketika seorang remaja yang sebelumnya selalu makan malam bersama keluarga tiba-tiba memilih membawa piringnya ke kamar. Bagi sebagian orang tua, tindakan ini bisa terasa seperti penolakan atau tanda bahwa hubungan keluarga mulai renggang.

Namun dalam psikologi perkembangan, perubahan perilaku seperti ini sering kali merupakan bagian alami dari proses tumbuh dewasa. Masa remaja adalah periode transisi yang kompleks, di mana seseorang bergerak dari ketergantungan masa kanak-kanak menuju kemandirian masa dewasa. Proses ini tidak selalu terlihat dramatis; terkadang ia muncul melalui keputusan sederhana seperti memilih makan sendirian.

DIlansir dari Silicon Canals, terdapat enam pergeseran perkembangan yang mungkin sedang dialami remaja ketika mereka mulai menarik diri dari rutinitas keluarga seperti makan bersama.

1. Mencari Ruang Pribadi (Need for Privacy)


Salah satu perubahan paling jelas dalam masa remaja adalah meningkatnya kebutuhan akan privasi. Ketika masih anak-anak, sebagian besar aktivitas dilakukan bersama keluarga. Namun seiring bertambahnya usia, remaja mulai merasa bahwa mereka membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri.

Membawa makanan ke kamar bisa menjadi cara sederhana untuk menciptakan ruang tersebut. Kamar bagi remaja sering kali menjadi “wilayah pribadi” di mana mereka dapat berpikir, bersantai, atau mengekspresikan diri tanpa merasa diawasi.

Dalam psikologi, kebutuhan akan privasi bukanlah tanda pemberontakan. Sebaliknya, itu merupakan indikator bahwa individu mulai membangun batas personal yang sehat.

2. Mengembangkan Identitas Diri

Masa remaja adalah periode penting dalam pembentukan identitas. Remaja mulai bertanya pada diri sendiri:

Siapa saya sebenarnya?

Apa yang saya sukai?

Apa nilai dan pandangan saya?

Proses ini sering kali membuat mereka lebih banyak menghabiskan waktu sendirian untuk berpikir, mendengarkan musik, menonton sesuatu yang mereka sukai, atau sekadar merenung.

Makan sendirian di kamar bisa menjadi bagian dari proses refleksi tersebut. Ini memberi mereka waktu untuk berada bersama pikiran mereka sendiri tanpa gangguan.

3. Meningkatnya Kemandirian Emosional


Anak kecil biasanya sangat bergantung pada orang tua secara emosional. Namun remaja mulai belajar mengelola emosi mereka sendiri.

Salah satu cara mereka melatih kemandirian emosional adalah dengan mengambil jarak dalam beberapa situasi sosial keluarga. Mereka mungkin tidak lagi merasa perlu hadir di setiap percakapan meja makan.

Bukan berarti mereka tidak mencintai keluarga. Sering kali mereka hanya sedang belajar bagaimana berdiri sebagai individu yang terpisah.

4. Pengaruh Dunia Sosial yang Lebih Luas

Ketika anak memasuki masa remaja, dunia sosial mereka berkembang pesat. Teman, sekolah, komunitas online, dan media sosial mulai memainkan peran yang lebih besar dalam kehidupan mereka.

Ini bisa membuat fokus mereka bergeser dari lingkungan keluarga ke lingkungan sosial yang lebih luas. Misalnya, seorang remaja mungkin membawa makanan ke kamar karena sedang berbicara dengan teman melalui pesan atau panggilan video.

Dari sudut pandang psikologi sosial, ini adalah bagian normal dari proses memperluas jaringan hubungan di luar keluarga inti.

5. Kebutuhan untuk Mengontrol Rutinitas Sendiri


Remaja mulai merasa bahwa mereka memiliki hak untuk menentukan bagaimana mereka menjalani waktu mereka. Hal ini termasuk kebiasaan sehari-hari seperti kapan belajar, kapan bersantai, dan bahkan di mana mereka ingin makan.

Ketika mereka memilih makan di kamar, sebenarnya mereka sedang mencoba mengambil kendali atas rutinitas pribadi.

Proses ini penting karena membantu mereka belajar membuat keputusan sendiri—keterampilan yang sangat dibutuhkan ketika mereka menjadi orang dewasa.

6. Proses Pemisahan yang Sehat dari Orang Tua


Dalam psikologi perkembangan, ada konsep yang dikenal sebagai individuation atau proses individuasi. Ini adalah tahap di mana remaja secara bertahap memisahkan identitas mereka dari orang tua.

Pemisahan ini tidak berarti memutus hubungan emosional. Sebaliknya, itu adalah langkah menuju hubungan yang lebih matang antara orang tua dan anak.

Ketika proses ini berjalan sehat, remaja akan:

Menjadi lebih mandiri

Mengembangkan pendapat sendiri

Tetap memiliki hubungan emosional yang kuat dengan keluarga

Jadi, perubahan kecil seperti makan di kamar bisa menjadi salah satu tanda bahwa proses individuasi sedang berlangsung.

Ketika Orang Tua Perlu Khawatir


Meskipun perubahan ini sering kali normal, ada beberapa situasi di mana orang tua perlu memperhatikan lebih lanjut.

Misalnya jika perilaku menarik diri disertai dengan:

Perubahan suasana hati yang ekstrem

Menarik diri dari semua interaksi sosial

Penurunan drastis dalam prestasi sekolah

Tanda-tanda stres atau depresi

Jika hal-hal tersebut muncul, mungkin ada faktor emosional lain yang perlu diperhatikan.

Cara Menyikapinya dengan Bijak


Alih-alih langsung memaksa remaja kembali ke meja makan, pendekatan yang lebih efektif adalah membangun komunikasi yang terbuka.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua antara lain:

Menanyakan dengan santai bagaimana hari mereka

Menghargai kebutuhan mereka akan ruang pribadi

Tetap menciptakan momen keluarga yang positif

Menghindari kritik berlebihan terhadap perubahan kecil

Pendekatan ini membantu menjaga hubungan tetap hangat sekaligus memberi ruang bagi perkembangan mereka.

Penutup


Ketika seorang remaja yang biasanya makan bersama keluarga mulai membawa piringnya ke kamar, itu tidak selalu berarti ada masalah dalam keluarga. Dalam banyak kasus, perilaku tersebut merupakan bagian alami dari perjalanan menuju kedewasaan.

Masa remaja adalah periode di mana seseorang belajar menjadi dirinya sendiri—membangun identitas, kemandirian, dan batas pribadi. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari sering kali mencerminkan proses psikologis yang jauh lebih besar.

Bagi orang tua, memahami perubahan ini dapat membantu melihatnya bukan sebagai penolakan, melainkan sebagai langkah penting dalam perkembangan anak menuju menjadi individu yang mandiri dan matang.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore