Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 19.52 WIB

Stop Asal Scroll: Terapkan Pola Konsumsi Media Sosial yang Mendukung Kesejahteraan Anda

 

Ilustrasi media sosial (freepik)

 
JawaPos.com - Bayangkan Anda menutup aplikasi media sosial bukan dengan rasa hampa dan kelelahan, melainkan dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan perasaan lebih dekat dengan orang-orang yang Anda pedulikan. 

Pengalaman ini bukanlah khayalan, tetapi realita yang seharusnya bisa Anda rasakan dari interaksi digital yang bermakna.

Sayangnya, kenyataan sering kali berkata lain. 

Banyak platform media sosial justru dirancang untuk memicu kecanduan, menampilkan konten viral yang memancing emosi tanpa memedulikan dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mental dan hubungan sosial Anda. 

Inilah yang melatarbelakangi pentingnya menerapkan pola konsumsi media sosial yang lebih sehat dan berkesadaran.

Artikel ini mengajak Anda untuk memahami bagaimana cara kerja algoritma yang selama ini membentuk pengalaman digital Anda, serta mengapa Anda perlu mulai memilah dan mengelola interaksi digital sebagaimana Anda menjaga pola makan: seimbang, bergizi, dan memberi energi, bukan sekadar mengenyangkan.

Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari Psychology Today pada Jumat (18/07).

1. Interaksi Bermakna Bukan Sekadar Banyaknya Komentar dan Reaksi

Banyak platform, seperti Meta, telah mencoba menyesuaikan algoritmanya untuk mendorong “interaksi sosial yang bermakna”. 

Namun dalam praktiknya, mereka mengukur makna berdasarkan reaksi emosional, jumlah komentar, atau tingkat keterlibatan, bukan kualitas hubungan yang terbentuk dari interaksi tersebut.

Konten kontroversial yang menimbulkan perdebatan atau amarah sering kali lebih dihargai sistem, karena dianggap mampu memicu reaksi. 

Padahal, jenis konten seperti ini justru memperburuk polarisasi dan memperlemah koneksi sosial yang sejati. 

Ini serupa dengan menganggap makanan cepat saji sebagai bergizi hanya karena rasanya kuat dan mudah diakses.

Satu percakapan mendalam dengan sahabat jauh lebih bernilai daripada ratusan komentar kosong atau reaksi marah di unggahan publik. 

Jika platform terus keliru menilai makna hubungan, maka konsumsi digital kita hanya akan memperbanyak interaksi tanpa keintiman.

2. Koneksi Lokal Sering Terabaikan Padahal Krusial

Studi menunjukkan bahwa hubungan sosial paling kuat dibangun melalui kedekatan fisik dan interaksi nyata. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore