Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 03.08 WIB

5 Penyebab Hilangnya Kepercayaan dalam Sebuah Hubungan yang Kadang Tidak Mendapat Perhatian

Ilustrasi penyebab hilangnya kepercayaan dalam sebuha hubungan (artursafronovvvv/freepik.com) - Image

Ilustrasi penyebab hilangnya kepercayaan dalam sebuha hubungan (artursafronovvvv/freepik.com)

JawaPos.com - Sebelum membangun kembali kepercayaan dalam hubungan, memahami apa yang sebenarnya merusaknya penting.

Kepercayaan bisa runtuh akibat hal-hal kecil, seperti janji yang tidak ditepati, kebohongan kecil, atau sikap defensif saat berkonflik. Akan tetapi, kadang kerusakan juga datang dari pelanggaran besar seperti pengkhianatan atau perselingkuhan.

Proses penyembuhan dimulai dengan kesadaran diri. Mengakui pola, reaksi, dan peranmu dalam masalah membuka ruang untuk perubahan. Mengutip Better Up, berikut ini beberapa penyebab hilangnya kepercayaan dalam sebuah hubungan yang kadang tidak mendapat perhatian.

1. Janji yang diingkari

Ketika kata-kata dan tindakan seseorang tidak selaras, hal ini dapat menghancurkan rasa aman secara emosional. Misalnya, pasangan yang berjanji akan hadir di momen penting atau teman yang berjanji membantu mengirimkan resume, tetapi kemudian tidak menepati janji tersebut.

Tentu saja, hidup penuh ketidakpastian dan terkadang rencana berubah sebab alasan yang bisa dimaklumi. Namun, apabila janji-janji yang dilanggar menjadi kebiasaan, itu memberi sinyal kuat bahwa kamu tidak bisa mengandalkan mereka. Seiring berjalannya waktu, ketidakkonsistenan ini mampu memicu kekecewaan, rasa sakit hati, dan akhirnya membuat hubungan terasa renggang dan jauh.

2. Pengkhianatan atau perselingkuhan

Perselingkuhan merupakan salah satu tantangan paling berat dalam sebuah hubungan romantis yang dapat menggoyahkan fondasi kepercayaan. Ketika kecurangan terjadi, luka yang dirasakan tidak hanya menyakitkan secara emosional, tetapi juga menimbulkan kebingungan, rasa terpisah, dan ketidakpastian tentang masa depan bersama.

Perasaan seperti keraguan, kemarahan, dan takut bahwa hubungan tak akan kembali sama sering muncul sebagai dampaknya. Meski begitu, proses penyembuhan dan pengampunan masih mungkin jika kedua pasangan berkomitmen dalam memperbaiki hubungan. Membangun kembali kepercayaan membutuhkan waktu, kesabaran, serta komunikasi yang jujur dan terbuka.

Penting bagi pasangan memberi ruang dalam menghadapi dan memproses emosi berat seperti kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan. Umumnya dukungan dari terapis atau konselor hubungan sangat membantu dalam perjalanan ini. Bantuan profesional menciptakan lingkungan yang aman bagi pasangan guna berbagi perasaan, bertanggung jawab atas kesalahan, dan bersama-sama memperbaiki ikatan yang pernah retak.

3. Pola dan perilaku toxic

Kepercayaan sulit tumbuh dalam hubungan yang penuh ketidakamanan emosional. Saat komunikasi dipenuhi dengan saling menyalahkan, sikap defensif, atau perilaku pasif-agresif, kedua pihak cenderung menjadi waspada dan menjaga jarak. Kamu mungkin mulai meragukan diri sendiri, menutup perasaan, atau bahkan bertindak tidak seperti diri sendiri demi menghindari konflik.

Masalah ini tidak selalu datang dari satu pihak saja. Stres dan keterputusan emosional sering kali memicu reaksi negatif dari kedua belah pasangan. Lama-kelamaan, pola komunikasi yang impulsif, penuh kritik, atau minim empati justru menghancurkan rasa aman yang menjadi dasar hubungan yang sehat dan penuh dukungan.

4. Trauma masa lalu yang belum terselesaikan

Kerusakan kepercayaan dalam hubungan saat ini sering dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. Luka, pengkhianatan, atau pengabaian emosional yang belum terselesaikan bisa membentuk caramu bersikap sekarang. Ketakutan akan penolakan atau ditinggalkan membuatmu mungkin menarik diri, mengontrol, atau sulit membuka diri tanpa sadar, sebagai bentuk perlindungan dari rasa sakit.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore