Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 12.51 WIB

Remaja Cepat Marah dan Menarik Diri? Psikolog Bilang Energi Negatif Bisa Jadi Penyebabnya

Ilustrasi seseorang merasa lelah terserap energi negatif. (Pexels) - Image

Ilustrasi seseorang merasa lelah terserap energi negatif. (Pexels)

JawaPos.com – Remaja ialah sekelompok usia yang sangat rentan untuk terpengaruh berbagai hal dari lingkungan sekitarnya.

Usia remaja juga menjadi usia yang sangat berambisi untuk mencari jati diri dan cenderung tidak bisa mengontrol emosi serta rentan terpapar oleh energi negatif.

Energi negatif inipun bisa saja timbul dari berbagai hal yang ada dilingkungan remaja, baik konflik keluarga, konflik pertemanan, hingga konflik asmara yang mungkin saja mereka alami.

Konflik-konflik tersebut akan memicu reaksi emosional yang berdampak besar ke diri remaja kedepannya, terutama psikologis.

Dilansir dari laman mentalhealth.com, energi negatif adalah kekuatan emosional yang menguras energi individu dan mengganggu interaksi.

Energi negatif berasal dari sikap, perilaku, atau interaksi sosial yang tidak menyenangkan, yang sering kali menimbulkan ketegangan, konflik, atau ketidaknyamanan.

Negativitas ini dapat menyebar dengan cepat, mempengaruhi kesejahteraan emosional, dan membentuk dinamika hubungan, tempat kerja, dan komunitas. Hal tersebut jugalah yang membuat seorang remaja menarik dirinya dari lingkungannya.

Mengapa Remaja Sangat Terpengaruh oleh Energi Negatif?

Dilansir dari antara.com, Psikolog menjelaskan bahwa remaja memiliki bagian otak prefrontal cortex belum berfungsi secara optimal saat usia ini sehingga tidak mengherankan apabila perilaku dan keputusan yang mereka lakukan lebih banyak dipengaruhi emosi.

Sumber Energi Negatif di Sekitar Remaja

Beberapa bentuk energi negatif yang paling umum ditemui remaja, antara lain:

-       Perundungan dan tekanan sosial, baik secara langsung maupun melalui media sosial, bullying bisa membentuk seorang remaja dengan gangguan psikologis baik itu trauma maupun dendam berkepanjangan.

-       Konflik keluarga, perselisihan yang terjadi dilingkungan keluarga ini akan memberikan banyak energi negatif pada anak dikarenakan keluarga yang seharusnya menjadi tempat ternyaman malah memberikan energi negatif.

-       Tuntutan akademis, tuntutan akademis adalah hal yang paling umum menjadi masalah utama yang dialami remaja, tanpa disadari tuntutan akademis ini akan membuat remaja merasa tertekan.

Dampak Jangka Panjang Paparan Energi Negatif

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore