Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 19.18 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Turun Meski Rajin Hitung Kalori? Ini 8 Penyebabnya

Ilustrasi menghitung kalori. (Freepik) - Image

Ilustrasi menghitung kalori. (Freepik)

JawaPos.com - Saat melihat seseorang yang rajin menghitung setiap kalori yang mereka konsumsi, kita mungkin langsung mengira mereka sedang berada di jalur cepat menuju penurunan berat badan. Logikanya, jika mereka terus menghitung kalori, tentu mereka akan mengalami penurunan berat badan, bukan?

Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Tubuh manusia adalah sistem yang sangat kompleks, dan memahami bagaimana tubuh merespons makanan tidak bisa hanya dengan mengandalkan hitung-hitungan angka semata. Ada orang-orang yang tampak sudah sangat memahami apa yang harus dilakukan, namun banyak juga yang kebingungan karena berat badan mereka tidak kunjung turun

Dilansir dari Parent From Heart pada Jumat (25/04), berikut adalah penyebab atau hal-hal yang bisa menjadi penghambat dalam proses penurunan berat badan. Dengan memahami pola-pola ini, kita bisa membuat pilihan yang lebih bijak.

1. Terlalu terobsesi dengan angka kalori

Menghitung kalori memang jadi metode populer bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Namun, bagi sebagian orang, kegiatan ini bisa berubah menjadi obsesi. Mereka bukan hanya menghitung kalori setelah makan, tetapi juga terus-menerus memikirkan makanan, merencanakan menu jauh hari, hingga merasa cemas saat makan sesuatu yang tak sesuai rencana.

Padahal, terlalu fokus pada kalori bisa membuat hubungan dengan makanan jadi tidak sehat. Makan pun menjadi momen penuh tekanan, rasa bersalah, dan penyesalan jika sedikit saja melebihi batas kalori harian. Ironisnya, tekanan ini bisa memicu makan berlebihan karena stres. Jadi, kuncinya bukan semata-mata pada perhitungan, melainkan keseimbangan yang sehat.

2. Mengabaikan kualitas makanan

Saat baru memulai perjalanan diet, banyak orang fokus pada angka. Asalkan tidak melewati batas kalori harian, semua makanan terasa "aman". Namun, tidak semua kalori memiliki dampak yang sama bagi tubuh. Misalnya, kue dan apel mungkin punya jumlah kalori serupa, tapi efeknya sangat berbeda.

Kue bisa membuat kadar gula melonjak lalu turun drastis, membuat tubuh lemas dan cepat lapar lagi. Sebaliknya, apel dengan serat dan nutrisinya bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan kandungan gizinya jangan hanya berhenti di angka kalori.

3. Terlalu percaya diri dengan kalori yang terbakar lewat olahraga

Banyak orang berpikir, "udah olahraga nih, berarti boleh makan lebih banyak". Sayangnya, kalori yang dibakar lewat olahraga sering kali lebih sedikit dari yang kita kira. Contohnya, lari 30 menit mungkin hanya membakar sekitar 300 kalori, sebanding dengan satu buah pisang besar dan satu sendok selai kacang. Kalau setelahnya kita makan pizza atau es krim sebagai "hadiah", bisa jadi kalori yang masuk malah lebih besar dari yang dibakar.

Olahraga memang penting, tetapi jangan jadikan itu alasan untuk makan berlebihan. Tanpa mengatur asupan makanan, olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan.

4. Mengabaikan sinyal alami tubuh

Mereka yang terlalu fokus pada hitungan kalori sering kali makan hanya karena "jadwal makan" sudah tiba atau karena masih ada sisa jatah kalori, bukan karena lapar. Sebaliknya, saat kenyang pun, mereka tetap melanjutkan makan agar kalori yang ditargetkan tercapai.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore