Ilustrasi teknologi modern seperti ponsel dan laptop dengan simbol keterampilan lama seperti peta kertas dan buku catatan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Teknologi sudah jadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita ya. Alat-alat canggih ini memang bikin banyak urusan jadi lebih gampang dan cepat.
Tapi, kemudahan ini ternyata diam-diam mengikis beberapa kemampuan dasar kita. Melansir dari Geediting.com, Rabu (23/4), yuk kita lihat lima keterampilan harian yang mulai pudar karena teknologi.
1. Mengingat Nomor Telepon
Dulu kita mungkin hafal beberapa nomor telepon penting milik keluarga atau teman dekat. Sekarang, semua nomor itu tersimpan rapi di dalam daftar kontak ponsel pintar kita.
Kemudahan akses langsung ke kontak ini membuat kemampuan otak kita untuk mengingat deretan angka nomor telepon jadi jarang terasah. Buat apa repot menghafal kalau tinggal cari nama dan tekan panggil saja kan?
2. Membaca Peta Konvensional
Siapa yang masih sering membuka peta kertas besar saat bepergian mencari alamat baru? Aplikasi navigasi seperti GPS di ponsel sudah mengambil alih peran peta fisik itu.
Akibatnya, kepekaan kita untuk membaca arah mata angin dan memahami tata letak ruang secara manual jadi berkurang drastis. Kita cenderung lebih percaya pada panduan suara atau tanda panah di layar gawai kita.
3. Ejaan dan Tata Bahasa Manual
Fitur koreksi otomatis atau autocorrect serta pemeriksa ejaan (spell checker) ada di mana-mana sekarang, mulai dari ponsel hingga komputer. Fitur ini sangat membantu kita menghindari salah ketik atau penggunaan tata bahasa yang kurang tepat dalam tulisan.
Namun, ketergantungan pada alat bantu digital ini bisa membuat kita jadi kurang teliti saat menulis secara manual. Kemampuan dasar untuk mengeja kata dengan benar dan merangkai kalimat sesuai kaidah jadi kurang terlatih secara alami.
4. Menulis Tangan Huruf Sambung
Mengetik menggunakan keyboard atau layar sentuh kini menjadi cara berkomunikasi tulisan yang jauh lebih cepat dan umum. Penggunaan tulisan tangan, terutama dalam bentuk huruf bersambung yang indah, semakin jarang kita temui atau lakukan.
Bahkan di beberapa sistem pendidikan, porsi pengajaran untuk keterampilan menulis huruf sambung sudah banyak dikurangi. Keterampilan ini perlahan berubah status menjadi satu di antara seni klasik yang mulai terlupakan di era digital.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
