Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 02.53 WIB

7 Kebiasaan di Medsos yang Terlihat Menggangu, tapi Justru Disukai di Dunia Nyata!

Ilustrasi seseorang yang tampak berbeda antara di media sosial dan dunia nyata. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang tampak berbeda antara di media sosial dan dunia nyata. (Freepik)

JawaPos.com - Media sosial (medos) telah menjadi cermin kepribadian setiap orang di era digital ini. Cermin ini kadang menampilkan distorsi, tidak sepenuhnya mencerminkan diri seseorang.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (19/3), beberapa kebiasaan individu yang terlihat mengganggu di dunia maya justru bisa membuat mereka disukai dalam kehidupan nyata, ditinjau dari perspektif psikologi.

Lantas, kebiasaan apa saja yang dimaksud? Berikut daftarnya.

1. Terlalu Banyak Berbagi Momen Sepele

Satu di antara kebiasaan unik adalah kecenderungan untuk berbagi momen-momen kecil dalam hidup. Di media sosial, ini bisa terlihat berlebihan dan tidak penting. Namun, di dunia nyata, orang yang suka berbagi justru dianggap pribadi yang terbuka. Mereka tidak ragu menceritakan hal-hal sederhana, membuat orang lain merasa dekat.

2. Keluhan yang Konstan di Medsos

Kebiasaan mengeluh terus-menerus di media sosial sering kali membuat orang lain jengah. Ungkapan negatif yang berulang dapat menciptakan kesan pesimis dan melelahkan. Namun, dalam interaksi tatap muka, individu ini mungkin menunjukkan sisi yang berbeda. Mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan teman yang suportif.

3. Perfeksionis yang Tidak Realistis

Perfeksionisme yang ditampilkan di media sosial sering kali tampak dibuat-buat dan tidak autentik. Standar tinggi yang terus-menerus dipamerkan bisa membuat orang lain merasa rendah diri. Akan tetapi, di kehidupan nyata, orang dengan sifat ini justru dihargai karena standar mereka yang tinggi. Mereka dianggap memiliki komitmen dan dedikasi kuat.

4. Pejuang yang Tidak Pernah Lelah

Di media sosial, orang yang selalu terlibat dalam perdebatan dan konfrontasi bisa dianggap provokatif. Sikap mereka yang selalu siap "berperang" seringkali membuat suasana menjadi tegang. Namun, di dunia nyata, semangat juang mereka bisa diinterpretasikan sebagai bentuk kepedulian. Mereka mungkin dilihat sebagai orang yang berani membela keyakinan.

5. Haus Perhatian di Dunia Maya

Upaya mencari perhatian yang berlebihan di media sosial sering kali dianggap narsistik. Postingan yang terus-menerus berpusat pada diri sendiri dapat membuat orang lain merasa bosan. Namun, dalam interaksi langsung, orang-orang ini mungkin memiliki sisi humoris dan menghibur. Mereka bisa menjadi pusat perhatian yang menyenangkan dalam kelompok sosial.

6. Pengamat yang Diam-Diam

Orang yang jarang berinteraksi di media sosial sering kali dianggap misterius atau bahkan tidak peduli. Kehadiran mereka yang minim di dunia maya bisa menimbulkan pertanyaan dan spekulasi. Namun, di dunia nyata, mereka mungkin adalah pendengar yang sangat baik dan teman yang setia. Mereka hadir secara penuh dalam interaksi personal.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore