Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 21.58 WIB

5 Penyebab Kulit Wajah Berminyak yang Wajib Diwaspadai supaya Tidak Menimbulkan Jerawat

Ilustrasi penyebab kulit wajah berminyak. (freepik.com) - Image

Ilustrasi penyebab kulit wajah berminyak. (freepik.com)

JawaPos.com - Produksi sebum kulit kita dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti hormon, pola makan, stres, dan kebiasaan perawatan kulit. Sebum sendiri berperan penting dalam menjaga kelembapan dan kesehatan kulit. Faktor-faktor ini bisa mempengaruhi kondisi kulit, apakah itu kering, berminyak, atau rentan jerawat.

Memahami faktor-faktor ini membantu kita menjaga keseimbangan kulit dengan lebih baik. Dilansir dari Cerave, berikut ini berbagai penyebab kulit wajah berminyak yang wajib diwaspadai supaya tidak menimbulkan jerawat.

1. Genetik

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), faktor genetik ternyata mampu berperan besar dalam produksi sebum di kulit kita. Kelenjar sebasea yang bertugas menghasilkan sebum, bisa saja memproduksi minyak secara berlebihan apabila ada faktor keturunan yang memengaruhinya.

Artinya, jika anggota keluargamu, seperti orang tua atau saudara, memiliki kulit berminyak, ada kemungkinan besar kamu juga akan mewarisi kondisi serupa. Faktor genetik ini menjadi salah satu alasan mengapa kulit berminyak bisa turun-temurun dalam sebuah keluarga. Jadi, apabila kulitmu cenderung berminyak, maka bisa jadi itu adalah warisan dari garis keturunanmu.

2. Terlalu sering cuci muka

Banyak orang beranggapan bahwa kulit berminyak membutuhkan produk yang lebih keras atau kuat guna mengeringkan minyaknya. Padahal, ini adalah kesalahpahaman yang cukup umum. Faktanya, mencuci wajah terlalu sering atau menggunakan pembersih yang tidak sesuai justru bisa menimbulkan masalah baru.

Ketika kita membersihkan wajah secara berlebihan atau dengan produk yang terlalu keras, minyak alami kulit kita bisa hilang. Tindakan ini justru memicu kelenjar minyak dalam memproduksi lebih banyak sebum sebagai bentuk perlindungan.

Selain itu, tindakan tersebut mampu merusak lapisan pelindung kulit yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi. Jadi, kamu patut memahami bahwa merawat kulit berminyak bukan berarti harus mengeringkannya, tetapi lebih pada menjaga keseimbangannya.

3. Usia

Jumlah minyak yang diproduksi oleh kulit kita sebenarnya berubah seiring waktu. Selama masa pubertas, produksi sebum meningkat cukup pesat yang sering kali menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak. Sayangnya, setelah masa menopause bagi wanita dan usia 60 tahun bagi pria, produksi minyak ini akan berkurang drastis.

Berbagai penelitian menyatakan bahwa kulit berminyak paling umum terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda, dengan 66-75% peserta berusia 15 hingga 20 tahun melaporkan kondisi ini. Masalah kulit berminyak biasanya menurun seiring bertambahnya usia, jadi jika kamu mengalaminya di usia muda, itu adalah hal yang normal dan akan berubah.

4. Hormon

Kadar hormon dalam tubuh kita memang memegang peranan penting dalam seberapa banyak minyak yang diproduksi kulit. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa pria cenderung memiliki lebih banyak sebum pada kulit mereka dibandingkan wanita, hal ini diakibatkan oleh kadar testosteron yang lebih tinggi pada pria.

Selain itu, produksi minyak pada kulit juga sangat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi sepanjang kehidupan kita. Selama masa pubertas dan menopause, perubahan hormon alami ini menyebabkan fluktuasi dalam jumlah sebum yang diproduksi. Bagi wanita, ada juga peningkatan produksi sebum yang terjadi pada saat ovulasi, ketika hormon tertentu sedang naik turun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore