
Seseorang yang hendak buang air besar (dok. freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu memperhatikan tinja yang tampak mengapung, berminyak, atau berbau sangat tidak sedap? Kondisi ini dikenal dengan istilah steatorrhea, dan meskipun terkadang muncul setelah makan makanan berlemak tinggi, hal ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada hati, pankreas, atau sistem pencernaan lainnya.
Dilansir melalui Medical News Today, steatorrhea adalah kondisi ketika tinja mengandung terlalu banyak lemak yang tidak tercerna. Biasanya, tinja terdiri dari sisa makanan, protein, serat, garam, lendir, serta sel-sel mati yang dibuang oleh tubuh. Namun, pada steatorrhea, proses penyerapan lemak tidak berjalan optimal sehingga lemak menumpuk dan ikut keluar bersama kotoran.
Tinja pada penderita steatorrhea sering kali tampak berbusa, berwarna pucat, mengapung, dan sulit dibersihkan saat disiram. Selain penampakannya yang berbeda, baunya pun cenderung lebih tajam dibanding tinja normal.
Kondisi ini bisa bersifat sementara, misalnya setelah makan banyak makanan berlemak, namun jika berlangsung terus-menerus, bisa menandakan adanya gangguan medis serius yang memerlukan penanganan dokter.
Penyebab Steatorrhea
Steatorrhea umumnya tidak berbahaya jika terjadi sesekali, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, serat, atau minyak tertentu. Beberapa makanan yang sering memicu tinja berminyak antara lain kacang utuh dengan kulit, ikan berlemak, makanan berminyak, bayam, produk gandum utuh, serta minyak mineral dan minyak jarak.
Selain faktor makanan, kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga bisa menyebabkan steatorrhea, terutama pada peminum berat yang sudah lama melakukannya.
Namun, jika kondisi ini berlangsung lama, penyebabnya bisa berkaitan dengan gangguan kesehatan seperti kekurangan enzim pencernaan, masalah penyerapan nutrisi, atau penyakit pada sistem pencernaan. Beberapa penyakit yang dapat memicu steatorrhea antara lain pankreatitis kronis, kanker pankreas, cystic fibrosis, penyakit Crohn, celiac disease, infeksi bakteri usus seperti Clostridium difficile, hingga infeksi parasit seperti giardiasis.
Selain itu, gangguan hati seperti primary biliary cholangitis dan primary sclerosing cholangitis juga dapat berkontribusi terhadap munculnya lemak berlebih dalam tinja. Dalam beberapa kasus, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan efek samping serupa, sehingga konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum mengonsumsi obat jangka panjang.
Gejala dan Komplikasi
Steatorrhea biasanya ditandai dengan tinja yang longgar, berbuih, berlemak, dan sulit dibilas. Pada kasus ringan, gejala ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan ringan seperti perut kembung, nyeri, dan rasa penuh di perut. Warna tinja sering kali tampak lebih terang, bisa berupa cokelat muda, kekuningan, kehijauan, atau oranye.
Namun, bila berlangsung lama, kondisi ini dapat menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi karena tubuh kehilangan kemampuan menyerap nutrisi penting. Akibatnya, penderita bisa mengalami penurunan berat badan, anemia, serta kekurangan vitamin A, D, E, K, dan B12.
Pada anak-anak, steatorrhea kronis dapat menghambat pertumbuhan. Sementara pada orang dewasa, dapat menyebabkan tulang rapuh (osteoporosis), mudah memar, gangguan koordinasi otot, kejang, serta peningkatan risiko kanker pankreas dan kanker usus besar.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, penderita juga bisa mengalami komplikasi hati seperti sirosis, asites (penumpukan cairan di perut), hingga gagal hati. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
